Kehadiran Akses Internet dan Listrik di Desa Parsingkaman
Sejak akses internet dan listrik masuk ke Desa Parsingkaman, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Taput pada Kamis (4/12/2025) malam, warga sekitar berkumpul di posko yang ada di desa tersebut. Mereka rela duduk di atas parit agar bisa berkomunikasi dengan keluarga yang berada di luar Kabupaten Taput.
Seorang warga setempat, Irma Afna Manurung (28), mengaku bahwa internet sudah bisa diakses sejak tanggal 27 November namun listrik masih padam. Mereka menggunakan genset agar bisa menggunakan jaringan internet. Akses tersebut terbatas.
“Sejak tanggal 27 November sudah bisa digunakan tapi listrik masih padam waktu itu,” ujar Irma Manurung, Jumat (5/12/2025) malam.
“Setelah itu, kita bisa komunikasi dengan keluarga di luar sana. Misalnya, keluarga kita ada di Jakarta, Batam, Pandan dan beberapa daerah lainnya,” sambungnya.
“Hingga saat ini, semua keluarga sudah mendapatkan informasi terkait kondisi kita di sini. Tapi memang, akses komunikasi kita sempat terputus,” sambungnya.
Ia mengisahkan, dirinya merasa sedih saat berkomunikasi dengan keluarga yang lain. Rasa khawatir pun terjawab setelah lima hari tak bisa menyampaikannya kabar setelah bencana alam pada Selasa (25/11/2025).
“Komunikasi pertama tentunya ada rasa sedih karena lima hari tak ada komunikasi. Mereka juga khawatir akan keadaan kita,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan, masyarakat sekitar yang terdampak bencana masih tinggal di pengungsian sembari menunggu situasi kondusif. Terlihat di lokasi, masyarakat sekitar masih sibuk membersihkan material yang masuk ke dalam rumah.
Anak-anak sudah mulai bermain bersama. Tapi kekhawatiran mereka adalah turunnya hujan deras. Pasalnya, rasa trauma tersebut masih muncul saat hujan turun. Hingga saat proses pembersihan material longsor masih terus berlanjut.
Material longsoran dari tebing yang berada di pinggiran jalan susah dievakuasi karena kiri dan kanan jalan tidak ada lokasi pembuangan material.
“Untuk saat ini, warga sudah ada yang kembali ke rumah masing-masing, namun rumahnya yang rusak parah masih tinggal di pengungsian,” terangnya.
“Karena listrik sudah menyala, kita bisa gunakan sejak pagi hari,” terangnya.
Akses dari Taput menuju Tapteng masih tertutup total.
Kondisi Pasca-Bencana di Desa Parsingkaman
Warga Desa Parsingkaman kini mulai melanjutkan aktivitas sehari-hari setelah akses internet dan listrik kembali normal. Meski begitu, masih banyak tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat. Proses pembersihan material longsoran dari tebing masih terus dilakukan, meskipun kondisi jalan yang sempit membuat evakuasi menjadi sulit.
Banyak warga yang kembali ke rumah mereka, meskipun beberapa rumah rusak parah dan masih harus tinggal di pengungsian. Keberadaan listrik memberikan harapan baru bagi warga, karena mereka dapat menggunakan peralatan elektronik untuk keperluan sehari-hari.
Selain itu, kekhawatiran akan turunnya hujan deras tetap menjadi ancaman. Trauma akibat bencana alam masih terasa, terutama ketika hujan turun. Warga menginginkan adanya tindakan pencegahan dan perbaikan infrastruktur agar tidak terjadi hal serupa di masa depan.
Proses pemulihan di Desa Parsingkaman membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah dan lembaga terkait. Dengan adanya akses internet dan listrik, warga kini lebih mudah berkomunikasi dengan keluarga dan memperoleh informasi terkini tentang kondisi daerah mereka.
Harapan untuk Pemulihan yang Lebih Cepat
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk saling mendukung dan bekerja sama dalam upaya pemulihan. Bantuan dari luar daerah juga sangat dibutuhkan, baik dalam bentuk logistik maupun tenaga ahli yang dapat membantu proses perbaikan infrastruktur.
Selain itu, penting juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan bencana. Pelatihan dan edukasi tentang tanggap darurat dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan di masa depan.
Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya, harapan besar dapat diwujudkan untuk membangun kembali Desa Parsingkaman menjadi lebih kuat dan tangguh.

Tinggalkan Balasan