Kondisi Terkini Jalan Purworejo-Magelang Akibat Longsor
Pada Senin (29/12/2025) pagi, kondisi jalan Purworejo-Magelang mengalami longsoran yang cukup parah. Sebagian besar lajur jalan ambles akibat bencana alam tersebut. Untuk mencegah terjadinya longsoran susulan, pihak terkait telah menutup area longsoran dengan terpal biru.
Lalu lintas di sekitar lokasi longsoran sedikit terganggu karena adanya pengaturan lalu lintas oleh relawan dan warga setempat. Tim gabungan menerapkan sistem buka-tutup di Jalan Purworejo-Magelang KM 13 Dusun Seniten, Desa Bener, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Selain longsoran, jalan di jalur tersebut juga mengalami amblesan.
Berdasarkan data sementara, bahu jalan provinsi itu ambles hingga mencapai kira-kira 10 meter. Saat ini berbagai penanganan darurat sedang dilakukan. Pengguna jalan diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati ketika melintasi jalur tersebut.
Hujan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Purworejo sejak Jumat (26/12/2025) memicu bencana tanah longsor dan genangan air di beberapa titik. Salah satu kejadian paling serius terjadi di Jalan Provinsi Purworejo–Magelang, tepatnya di KM 13 Dusun Seniten, Desa Bener, Kecamatan Bener.
Di lokasi tersebut, bahu jalan ambles hingga kedalaman 10 meter pada Sabtu (27/12/2025). Wakapolres Purworejo, Kompol Nana Edi Sugito menjelaskan bahwa akibat longsoran pada badan jalan tersebut, hanya bisa digunakan satu jalur.
Longsoran di jalur vital penghubung Purworejo–Magelang itu terjadi sekitar pukul 07.00. Akibatnya, bahu jalan sepanjang kira-kira 40 meter mengalami amblesan serius.
Berdasarkan hasil analisis Tri Puji Hartono selaku perwakilan Dinas Bina Marga Kabupaten Purworejo, kondisi tanah di lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsoran susulan. “Demi keselamatan pengguna jalan, saat ini diberlakukan sistem buka tutup satu lajur.” “Estimasi kerugian material untuk pembangunan talut di titik tersebut diperkirakan mencapai Rp300 juta,” jelas Kompol Nana Edi Sugito, Minggu (28/12/2025).
Longsoran Tutup Akses Jalan Desa Jatirejo
Selain longsoran di Desa Bener, Regu Siaga Bencana Polres Purworejo juga menangani beberapa kejadian lain. Pada pukul 04.00, longsoran memutus akses jalan di Dusun Krajan dan Sigayang, Desa Jatirejo, Kecamatan Kaligesing, dengan panjang material longsoran mencapai 13 meter dan tinggi tebing sekitar 12 meter.
Sementara itu, pada pukul 09.00, tim gabungan melakukan pemantauan genangan air setinggi 20 sentimeter di Kelurahan Langenrejo, Kecamatan Butuh, akibat luapan air hujan yang terjadi secara terus-menerus.
Kapolres Purworejo AKBP Andry Agustiano menegaskan bahwa jajarannya telah mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi selama Operasi Lilin Candi 2025. Hal ini mengingat operasi ini berlangsung di puncak musim penghujan.
“Kami tidak hanya fokus pada pengamanan gereja dan pos pelayanan, tetapi juga menyiagakan personel khusus bencana.” “Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai untuk selalu waspada dan segera melapor jika terjadi kondisi darurat,” tegas Kapolres.
Polres Purworejo memastikan akan terus bersiaga dan bersinergi dengan seluruh pihak terkait guna menjamin keselamatan masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas. Khususnya di jalur provinsi Purworejo–Magelang yang menjadi akses vital perekonomian dan mobilitas warga.

Tinggalkan Balasan