Kebakaran besar yang terjadi di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir. Api yang mulai berkobar pada Rabu (26/11) sore menimbulkan dampak luas bagi ribuan penghuni, dengan puluhan korban meninggal dan ratusan lainnya masih hilang.

Menurut laporan dari sumber independen, polisi Hong Kong menyatakan bahwa 44 orang telah meninggal dalam kejadian ini, termasuk seorang petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 45 orang lainnya dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis. Pemerintah setempat juga mencatat 279 penghuni masih belum bisa dihubungi, sementara sekitar 900 orang mengungsi di delapan tempat penampungan.

Pemimpin Hong Kong John Lee mengatakan bahwa pihaknya terus memantau situasi secara ketat. “Kami belum tahu apa yang harus dilakukan,” kata seorang perempuan berusia 70 tahun bernama Chu yang kembali ke kompleks perumahan setelah bermalam di rumah temannya. Ia menemukan gedungnya masih terbakar.

Seorang warga lain, Y.Y. Chan, 68 tahun, menunggu di luar kompleks sambil melihat blok apartemennya. “Kami tidak bisa ke mana pun. Ini kenyataan yang harus dihadapi,” ujarnya meski api di bloknya sudah padam.

Kebakaran di Wang Fuk Court memicu perbandingan dengan tragedi Grenfell Tower di London pada 2017 yang menewaskan 72 orang. Kini, api di Tai Po menjadi yang paling mematikan di Hong Kong dalam lebih dari 50 tahun.

Laporan penyelidikan Grenfell tahun lalu menyalahkan pemasangan cladding mudah terbakar serta kegagalan regulasi konstruksi. Meski begitu, penyebab kebakaran di Hong Kong masih belum diketahui dan api masih belum sepenuhnya padam.

Presiden Taiwan Lai Ching-te juga menyampaikan belasungkawa melalui unggahan di X. Ia memuji upaya pemadam kebakaran dan berharap para korban yang hilang segera ditemukan.

Hong Kong merupakan salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia serta pasar properti termahal. Distrik Tai Po, yang dihuni sekitar 300 ribu orang, dikenal sebagai kawasan suburban di dekat perbatasan dengan Tiongkok.

Wang Fuk Court sendiri berisi sekitar 2.000 unit dan lebih dari 4.600 penghuni. Kompleks ini merupakan bagian dari program kepemilikan rumah bersubsidi pemerintah dan telah ditempati sejak 1983.

Kebakaran mulai dilaporkan pada pukul 14.51 waktu setempat atau 13.51 WIB. Api meningkat menjadi peringatan No. 3 pada pukul 15.02, naik menjadi No. 4 pada 15.34, dan mencapai status tertinggi No. 5 pada pukul 18.22.

Tragedi ini dikhawatirkan memicu kembali kemarahan publik terhadap pemerintah, terutama menjelang pemilihan legislatif awal Desember. Harga properti yang tidak terjangkau telah lama menjadi sumber ketidakpuasan sosial di kota tersebut.

Fakta Penting tentang Kebakaran Wang Fuk Court

  • Jumlah korban: 44 orang meninggal, termasuk petugas pemadam kebakaran.
  • Kondisi korban: 45 orang dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis.
  • Orang yang hilang: 279 penghuni masih tidak dapat dihubungi.
  • Jumlah pengungsi: Sekitar 900 orang mengungsi di delapan tempat penampungan.
  • Peringatan api: Mulai dari No. 3 hingga No. 5.
  • Lokasi kompleks: Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong.
  • Fungsi kompleks: Bagian dari program kepemilikan rumah bersubsidi pemerintah.
  • Tahun dibangun: 1983.

Perbandingan dengan Tragedi Grenfell Tower

  • Tragedi Grenfell Tower: Menewaskan 72 orang pada 2017.
  • Penyebab kebakaran: Pemasangan cladding mudah terbakar dan kegagalan regulasi konstruksi.
  • Perbandingan dengan kebakaran Hong Kong: Kebakaran di Tai Po menjadi yang paling mematikan dalam 50 tahun terakhir.

Tanggapan Publik dan Pemerintah

  • Perempuan berusia 70 tahun: Kembali ke kompleks dan menemukan gedung masih terbakar.
  • Warga lain: Menunggu di luar kompleks sambil melihat blok apartemennya.
  • Pemimpin Hong Kong: Terus memantau situasi, tetapi belum tahu langkah selanjutnya.
  • Presiden Taiwan: Menyampaikan belasungkawa dan memuji upaya pemadam kebakaran.

Konteks Sosial dan Ekonomi

  • Kepadatan penduduk: Salah satu wilayah dengan kepadatan tertinggi di dunia.
  • Harga properti: Termahal di dunia, menjadi sumber ketidakpuasan sosial.
  • Pemilihan legislatif: Diadakan awal Desember, dengan kemarahan publik yang dikhawatirkan muncul kembali.