Kekacauan di Jalan Raya Losarang
Pada hari Kamis, 20 November 2025 sekitar pukul 17.00 WIB, kawasan depan tempat gym di Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, tiba-tiba menjadi lokasi kekacauan yang mengejutkan. Sebuah video berdurasi 1 menit 15 detik yang diunggah oleh akun Facebook dengan alamat langsung viral dan memicu reaksi keras dari warga sekitar maupun netizen di seluruh Indonesia.
Dalam rekaman tersebut, puluhan remaja yang mengenakan seragam sekolah terlihat saling serang menggunakan kayu, batu, hingga helm. Jalan raya yang biasanya ramai dengan kendaraan tiba-tiba berubah menjadi arena adu jotos antar-kelompok pelajar dari sekolah yang berbeda. Pengendara motor dan mobil terpaksa memutar balik atau berhenti jauh karena takut terseret dalam aksi tersebut.
Video singkat itu langsung memantik ribuan komentar di Facebook. Mayoritas warganet mengecam keras perilaku para pelajar tersebut. Salah satu netizen menulis, “Tabrakana bae bocah gawe rued di sekolahna mlah gawe rued, wong tua mengkis-mengkis luruh biaya,” menyayangkan biaya sekolah yang mahal justru terbuang untuk aksi tawuran.
Kekecewaan lain datang dari pengguna yang muak melihat jalan umum dijadikan tempat berkelahi. “Gue rued dalan bae, ganggu pekerja yang mau pulang/berangkat,” keluh warganet lain. Banyak buruh dan karyawan yang biasa melintas di rute tersebut terpaksa terlambat sampai rumah karena harus mencari jalan alternatif.
Beberapa komentar bahkan menyindir pihak sekolah yang dianggap lalai. “Sekolah mah pada luruh ijasah e bae, belajar mah belajar dadi superman nang dalan,” tulis netizen sarkastik, menyinggung siswa yang lebih sibuk pamer kekuatan ketimbang mengejar prestasi di kelas.
Ada pula yang mempertanyakan masa depan para pelaku. “Arep pada dadi apa ira kuh, mangan belanja masih jaluk ning wong tua,” tulis seorang netizen, mengingatkan bahwa anak-anak yang masih bergantung pada orang tua seharusnya tidak menghabiskan energi untuk hal tak bermanfaat.
Kemarahan warganet semakin memuncak saat melihat para pelajar itu beraksi di tengah jalan tanpa rasa takut. “Lamon wes kecandak bocahe kudu disumpel cangkeme ning bledogan bocah sing tawurane,” tulis salah satu komentar yang paling banyak disukai, meski nada ancamannya terdengar hiperbolis sebagai luapan emosi.
Dampak Terhadap Warga Sekitar
Sementara itu, warga Losarang yang menyaksikan langsung kejadian mengaku trauma. Beberapa pedagang kaki lima di sekitar lokasi memilih tutup lebih awal karena takut kiosnya rusak terkena lemparan batu. Mereka khawatir akan terlibat dalam konflik yang tidak bisa diprediksi.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut masih terus beredar luas di berbagai grup WhatsApp dan Facebook warga Indramayu. Banyak yang berharap ada tindakan tegas dari pihak sekolah dan orang tua agar kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa di Losarang ini menambah daftar panjang tawuran pelajar di Indramayu yang sering viral tiap tahun. Warganet sepakat, sudah saatnya semua pihak duduk bersama mencari akar masalah kenakalan remaja, sebelum jalanan kembali menjadi saksi bisu aksi brutal generasi muda.

Tinggalkan Balasan