Svolt, produsen baterai yang merupakan hasil dari pemisahan usaha (spin-off) dari Great Wall Motor, memulai produksi massal sistem baterai plug-in hybrid (PHEV) berkapasitas 80 kWh dengan nama “Fortress 2.0” di fasilitas Changzhou. Perusahaan mengklaim bahwa produk ini adalah baterai PHEV dengan kapasitas terbesar di dunia yang saat ini diproduksi, menandai munculnya persaingan baru dalam pengembangan teknologi kendaraan hibrida di Tiongkok.

Peningkatan Kapasitas dan Efisiensi

Sistem baterai ini meningkatkan kapasitas dari 59 kWh menjadi 80 kWh atau naik sebesar 35,6 persen, sekaligus meningkatkan efisiensi sistem sekitar 6 persen. Svolt memposisikan produk ini untuk segmen SUV besar dan kendaraan hibrida berorientasi off-road, di mana jarak tempuh listrik menjadi faktor utama daya saing.

Dalam hal performa, Svolt mengklaim bahwa Fortress 2.0 mampu mendukung jarak tempuh lebih dari 400 kilometer dalam mode listrik pada kendaraan PHEV segmen D dalam kondisi penggunaan normal. Sistem ini menggunakan arsitektur pengisian daya cepat dengan kemampuan hingga 6C, yang memungkinkan pengisian selama 10 menit untuk menambah jarak tempuh lebih dari 400 kilometer dalam kondisi ideal.

Meski capaian tersebut bergantung pada integrasi kendaraan dan kondisi pengujian, tren yang terlihat menunjukkan bahwa sistem PHEV di Tiongkok semakin mendekati performa kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV), khususnya pada segmen SUV besar.

Aspek Keselamatan dan Kritik Teknologi

Sebelumnya, Svolt juga menekankan aspek keselamatan sebagai keunggulan produknya. Dalam pengungkapan teknis pada Februari 2026, perusahaan mengklaim telah menerapkan konsep pemisahan api dan listrik, sehingga dalam kondisi thermal runaway, api tidak akan menjalar ke kabin penumpang.

Namun demikian, klaim teknologi Svolt juga mendapat sorotan. Pada Januari 2026, laporan sebelumnya menyebutkan bahwa klaim kesiapan produksi baterai solid-state melalui “Donut Labs” dinilai belum terverifikasi.

Kondisi Pasar dan Strategi Svolt

Dari sisi pasar, Svolt masih tergolong pemain menengah dalam industri baterai Tiongkok yang sangat kompetitif. Data China EV DataTracker menunjukkan bahwa CATL dan BYD masih mendominasi pangsa pasar instalasi baterai domestik, sementara Svolt berada di luar 10 besar dengan pangsa pasar relatif kecil.

Kondisi ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak selalu sejalan dengan dominasi volume produksi, terutama di pasar yang dikuasai oleh pemain besar dengan skala dan integrasi kuat dengan produsen kendaraan.

Peluncuran Fortress 2.0 mencerminkan strategi Svolt untuk fokus pada segmen baterai hibrida berkapasitas tinggi, alih-alih bersaing langsung di pasar utama kendaraan listrik.

Peluang Pasar dan Uji Coba Produk

Seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan hibrida dan extended-range electric vehicle di Tiongkok, produsen menengah seperti Svolt berupaya mencari ceruk pasar melalui produk berteknologi tinggi.

Sistem ini dijadwalkan debut pada SUV hibrida terbaru dalam Beijing Auto Show 2026, yang akan menjadi uji pasar terhadap penerimaan konsumen terhadap teknologi PHEV berkapasitas besar.