Banjir Melanda SDN 99 Plaju Palembang

Hujan deras yang mengguyur Kota Palembang pada Senin (24/11/2025) malam menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) 99 Plaju. Air masuk hingga ke dalam ruang kelas dan mencapai ketinggian mata kaki, sehingga membuat siswa-siswi terpaksa menunda pelajaran untuk menguras air secara manual.

Video yang beredar menunjukkan para murid laki-laki dan perempuan sedang sibuk menciduk air menggunakan ember dan alat lainnya. Tampak dari rekaman tersebut, air yang tergenang mengganggu aktivitas belajar dan mengharuskan siswa melakukan tindakan darurat agar suasana kembali normal.

Dalam komentar video yang diunggah oleh akun Instagram Oy Palembang, salah satu pengguna menulis: “Assalamualaikum Minoy kondisi sekolah kami hujan semalem, tiap hujan deres sekolah kami banjir min.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa banjir bukanlah hal baru bagi SDN 99 Plaju, melainkan kejadian rutin yang terjadi setiap kali hujan deras mengguyur daerah tersebut.

Banyak netizen yang menandai akun resmi Walikota Palembang, Ratu Dewa, dalam kolom komentar. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari pihak walikota mengenai situasi tersebut.

Gubernur Sumsel Siapkan Antisipasi Banjir

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi banjir. Hal ini dilakukan karena curah hujan di Kota Palembang belakangan meningkat. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan AURI Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, pada Jumat (14/11/2025), dalam upaya mempersiapkan kesiapsiagaan personel menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi pada musim hujan.

Dalam amanatnya, Gubernur Herman Deru menjelaskan bahwa meskipun kondisi Sumsel saat ini kondusif pasca-kebakaran hutan dan asap, ancaman yang tidak terprediksi adalah musim hujan yang dapat menyebabkan banjir, korban jiwa, dan kerugian harta benda. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan karena curah hujan yang ekstrem menuntut kesiapsiagaan seluruh elemen tanggap bencana.

“Musim hujan dengan curah yang tinggi punya ancaman tersendiri, yaitu banjir. Ini perlu diwaspadai agar dapat dimitigasi dan disiagakan,” ujar HD.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya peningkatan sosialisasi dan kesadaran masyarakat, serta pentingnya memperhatikan tata ruang guna meminimalisir dan memitigasi ancaman bencana.

“Kenapa kita warning, karena curah hujan yang ekstrem sehingga butuh kesiapsiagaan. Lalu, bagaimana simulasi ketika terjadi bencana?” tambahnya.

Simulasi Kesiapsiagaan Bencana

Apel kesiapsiagaan ini diikuti oleh berbagai elemen tanggap bencana, termasuk personel BPBD, SAR, TNI, POLRI, Ormas Rapi, serta elemen mahasiswa dan relawan. Dalam simulasi tersebut, turut dipamerkan kesiapan peralatan seperti perahu karet, mesin, dan sarana pendukung lainnya. Tujuannya adalah untuk memastikan kesiapan semua pihak dalam menghadapi ancaman banjir yang bisa terjadi kapan saja.