Kritik terhadap Kehadiran Menteri di Lokasi Bencana
Beberapa waktu lalu, perhatian publik tertuju pada aksi seorang menteri yang datang ke lokasi bencana banjir dan longsor di Sumatera. Tindakan yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia, Zulkifli Hasan, menarik perhatian akademisi sekaligus praktisi bisnis, Profesor Rhenald Kasali. Dalam sebuah video yang beredar, Rhenald menyampaikan kritik terhadap tindakan Zulkifli Hasan.
Dalam video tersebut, Rhenald menyoroti bagaimana Zulkifli Hasan melakukan bersih-bersih rumah korban dari lumpur dan memanggul beras. Ia mengungkapkan bahwa banyak pejabat yang datang ke daerah bencana dengan tujuan untuk menciptakan kesan positif di hadapan kamera.
“Ketika kita semua menyaksikan duka yang begitu mendalam di Sumatera, pejabat bergantian berdatangan. Bahkan, ada yang menggunakan momentum itu untuk ikut membersihkan rumah masyarakat dari lumpur tapi hanya sekadar beberapa detik supaya sekadar ditangkap oleh layar dan ada juga yang membawa beras di karung,” ujarnya.
Pertanyaan tentang Motivasi Pejabat
Rhenald juga mempertanyakan apakah tindakan Zulkifli Hasan merupakan bentuk empati atau sekadar pencitraan. Ia menegaskan bahwa pertanyaan ini penting untuk dipertimbangkan.
“Kalian percaya sehari-hari hidup pejabat seperti itu? Apakah kalau ada bencana kecil mereka juga datang? Apakah kalau ada kedukaan mereka juga datang? Ini menjadi pertanyaan besar, bukan kah apa yang sekarang terjadi belakangan ini adalah cerminan dari apa yang kita lakukan di masa lalu?” tanyanya.
Mengingat Peristiwa dengan Harrison Ford
Rhenald juga mengungkit kembali momen ketika aktor Hollywood, Harrison Ford, pernah menegur Zulkifli Hasan saat ia menjabat sebagai Menteri Kehutanan terkait izin pembalakan hutan. Ia menekankan bahwa dalam setiap krisis, tidak boleh ada yang disembunyikan.
“Saya jadi teringat dengan apa yang dikatakan oleh Bear Bryant, jangan menyembunyikan apapun dalam setiap krisis, karena siapapun juga, bagaimanapun juga mereka akan menemukannya, dan akhirnya mereka menemukannya.”
Ia juga mengingatkan bahwa percakapan antara Pak menteri ketika menjabat sebagai menteri kehutanan yang memberi izin membalak hutan atau membuka hutan begitu besar lalu kemudian ditegur oleh Harrison Ford. Itu dibuka oleh publik.
Pesan untuk Para Pejabat
Rhenald Kasali berpesan agar para pejabat tidak menyembunyikan apapun dari rakyat. Ia menekankan pentingnya transparansi dan kejujuran dalam menjalankan tugas.
“Pesan saya, jangan sembunyikan apapun. Perbuatlah dan lakukan pekerjaan dengan benar,” pungkasnya.
Video Viral di Media Sosial
Video yang menampilkan percakapan antara Harrison Ford dan Zulkifli Hasan saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan kembali viral di media sosial. Kolom komentar di akun YouTube The Years Project yang menayangkan video tersebut juga ramai dengan komentar warganet.
Video tersebut mengungkap kenyataan pahit tentang kerusakan hutan parah yang sudah terjadi 12 tahun lalu, tetapi ternyata masih terjadi hingga tahun 2025 ini.
Sejarah Hutan Tesso Nilo
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, pada 28 Oktober 2014, Menhut mengukuhkan Taman Nasional Tesso Nilo seluas 81.793 hektare melalui SK 6588/Menhut-VII/KUH/2014.
Sebelum 2014, luas hutan Tesso Nilo yang sesungguhnya telah mengalami pengurangan. Tangkapan satelit melalui Google Earth fitur Google Timelapse menunjukkan bahwa pada 2009, kawasan masih terlihat berwarna hijau karena dipenuhi vegetasi hutan. Namun, mulai 2012, beberapa wilayah terlihat berwarna coklat. Pada 2014, hampir separuh kawasan rumah para gajah itu berwarna cokelat imbas dari penebangan hutan.

Tinggalkan Balasan