Harapan Masyarakat Sulawesi Utara untuk Berangkat Haji Kembali Dibahas dalam Talk Show

Pada acara Talk Show Safari Haji: Ketika Baitullah Memanggil yang diadakan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) bekerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian Haji, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), harapan masyarakat Sulawesi Utara untuk bisa berangkat ke Tanah Suci kembali menjadi perhatian utama. Acara ini digelar di Hotel Four Points by Sheraton Manado pada Selasa 25 November 2025.

Dalam sesi diskusi tersebut, Kepala Divisi BPKH, Muhammad Thabrani Nuril Anwar, menyampaikan bahwa pemerintah akan memberikan subsidi biaya penyelenggaraan ibadah haji sebesar Rp33 juta per jamaah mulai tahun 2026. Subsidi ini diharapkan dapat membantu meringankan beban finansial para jamaah haji.

Menurutnya, subsidi haji sebesar Rp33 juta per jamaah bukanlah angka kecil. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola keuangan yang transparan, terukur, dan berkelanjutan agar manfaat dari subsidi ini dapat dirasakan secara maksimal oleh para jamaah.

Selain itu, Nuril Anwar juga menjelaskan alasan mengapa biaya haji terus meningkat setiap tahun. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti inflasi, biaya transportasi, dan pengelolaan dana yang tidak efisien.

Kuota Haji Sulawesi Utara yang Mengalami Penurunan

Diskusi dalam acara ini juga mencakup topik tentang kondisi kuota haji Sulawesi Utara. Perwakilan Kementerian Agama, Wahyudin Ukoli, menjelaskan dasar penentuan kuota haji daerah berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Sebelum tahun 2013, kuota haji daerah ditentukan berdasarkan jumlah penduduk Muslim. Namun, kini sistem pembagian kuota telah berubah, mengikuti panjang antrean atau waiting list di suatu daerah. Akibatnya, Sulawesi Utara mengalami penurunan kuota haji karena jumlah pendaftar yang relatif kecil dibandingkan provinsi lain.

“Saat ini terdapat sekitar 10.700 jamaah dalam daftar tunggu di Sulut. Mereka yang baru mendaftar sekarang diperkirakan menunggu hingga 26 tahun,” ujar Wahyudin.

BSI Mendorong Persiapan Lebih Dini dengan Tabungan Haji

Melihat kondisi tersebut, BSI mendorong masyarakat untuk mempersiapkan diri lebih dini dengan membuka tabungan haji. Perwakilan BSI, Luthfi, menyampaikan bahwa bank ini siap menyediakan fasilitas layanan, termasuk opsi pembiayaan, agar jumlah pendaftar meningkat dan kuota haji kembali naik.

“Semakin banyak masyarakat mendaftar, semakin besar peluang penambahan kuota. Kami mendorong generasi muda memulai dari sekarang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa membuka tabungan haji bukan hanya sekadar menyiapkan biaya, tetapi juga bentuk ikhtiar spiritual. Selain itu, Bank Syariah Indonesia memiliki produk lain yang baik untuk menunjang pembiayaan haji, yaitu Gadai Emas dan Mitra Guna.

Pesan Para Narasumber untuk Jamaah Haji

Dalam penutup sesi, para narasumber sepakat bahwa perjalanan ke Baitullah bukan hanya soal finansial dan regulasi, tetapi juga doa dan kesiapan mental.

“Kalau hati sudah terpanggil, jangan ditunda. Berdoa, menabung, dan berproses,” pesan Wahyudin.***