Renungan Katolik Hari Ini: “Dilahirkan Kembali”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Dalam minggu-minggu Paskah yang telah lewat, tidak hanya mengajak kita merayakan kebangkitan Kristus, tetapi juga membiarkan kebangkitan itu menjangkau hidup kita. Kini kita mulai memasuki hari biasa dalam pekan Paskah kedua. Yesus mengarahkan pembicaraannya kepada hal yang paling mendasar: pembaruan dari dalam. Tema “dilahirkan kembali” berarti kita tidak cukup hanya “memulai kebiasaan baru”, tetapi mengalami karya Allah yang membuat hidup kita lahir dengan cara yang baru oleh Roh.
Pada bacaan ini (Kis 4:23-31) bercerita setelah diancam, para rasul kembali kepada komunitas dan menceritakan segala yang terjadi. Mereka berdoa dengan satu tujuan: agar Firman Tuhan diteguhkan dan mereka berani bersaksi. Doa itu tidak berakhir pada rasa aman, melainkan pada pemenuhan Roh: tempat mereka berkumpul bergoncang dan mereka dipenuhi keberanian untuk memberitakan Sabda. “Dilahirkan kembali” tampak sebagai pembaruan keberanian dan cara hidup.
Sementara dalam Injil (Yoh 3:1-8) berkisah tentang Nikodemus yang datang pada waktu malam karena ia ingin memahami iman. Yesus menegaskan bahwa orang harus “dilahirkan kembali” untuk melihat Kerajaan Allah. Kelahiran ini bukan hasil kemampuan manusia. Yesus menggambarkannya seperti angin: kita mendengar suaranya dan merasakan pengaruhnya, tetapi tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Artinya, karya Roh Kudus nyata, mengubah, dan tidak bisa direkayasa.
Poin refleksi kita adalah “Pembaruan”: Apakah kita sedang mengalami “pembaruan dari dalam”, atau hanya perubahan di permukaan? Permenungan kita: perubahan apa yang kita lakukan saat ini (sikap/ketekunan/kerajinan), tetapi belum menyentuh hati terdalam?
Mintalah kepada Tuhan agar kita menerima kelahiran kembali dan mau diproses, bukan hanya diperbaiki. “Karya Roh”: Roh Kudus bekerja dengan cara yang “tidak bisa dikendalikan”—apakah kita siap percaya? Permenungan kita: bagian hidup mana yang kita ingin kendalikan sendiri sehingga sulit menyerahkan kepada Roh? Hari ini, latihlah sikap pasrah: “Tuhan, pimpinlah caraku berpikir dan bertindak.” “Dilahirkan kembali”: berarti melahirkan kesaksian yang berani dalam doa yang tekun. Kisah Para Rasul menampilkan hubungan doa dan keberanian. Permenungan kita: doa kita saat ini lebih banyak untuk ketakutan dilepaskan, atau untuk Sabda diteguhkan dan iman menjadi berani? Pilih satu langkah kesaksian minggu ini: kata-kata penguat, tindakan kasih, atau keteguhan untuk berkata benar.
Bacaan Liturgi
Bacaan Pertama: Kis. 4:23-31
Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: “Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
Mazmur Tanggapan: Mzm. 2:1-3,4-6,7-9
Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya: “Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!” Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka. Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya: “Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!” Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: “Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini. Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu. Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk.”
Bait Pengantar Injil: Kol 3:1
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya
Kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.
Bacaan Injil: Yohanes 3:1-8
“Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus; ia seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang kepada Yesus pada waktu malam dan berkata, “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.” Yesus menjawab, kata-Nya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Kata Nikodemus kepada-Nya, “Bagaimana mungkin seorang dilahirkan kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” Jawab Yesus, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh adalah roh. Janganlah engkau heran karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau; engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu darimana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
Pesan untuk Kita
Pesan untuk kita, pertama, pekan Paskah kedua menegaskan bahwa keselamatan Allah tidak berhenti pada pengampunan, tetapi bergerak sampai pada pembaruan hidup. Kedua, semoga Roh Kudus melahirkan kita kembali membentuk hati, pikiran, dan keberanian bersaksi. Ketiga, dan kita pun dapat dilahirkan kembali oleh Roh Tuhan dan menjadikan hidup kita baru dan nyata dalam kasih serta kesaksian. Tuhan memberkati kita semua.

Tinggalkan Balasan