Ratusan Warga Berdemo di Gerbang Kantor Pertamina EP Jambi

Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Warga Tolak Zona Merah kembali memadati gerbang kantor Pertamina EP Jambi. Aksi ini merupakan yang kedua kalinya, setelah sebelumnya massa juga menggelar demonstrasi dengan tuntutan serupa. Mereka meminta pencabutan status zona merah yang selama ini membatasi hak kepemilikan warga di kawasan Kota Baru dan sekitarnya.

Aksi dimulai sejak pukul 09.00 WIB, ditandai dengan penyampaian aspirasi dari perwakilan warga yang terdampak. Mereka menegaskan bahwa penetapan zona merah oleh Pertamina telah mengunci masa depan ribuan keluarga yang sudah tinggal puluhan tahun di wilayah tersebut.

Menurut data warga, terdapat 5.006 sertifikat rumah dan lahan yang diblokir akibat penetapan zona merah. Warga menilai kebijakan ini tidak manusiawi, karena merampas hak kepemilikan mereka tanpa dialog yang jelas. Salah satu ibu rumah tangga yang ikut dalam aksi menyampaikan keresahannya di hadapan massa.

“Kami ini punya sertifikat tanah. Kenapa pihak Pertamina seenaknya menetapkan zona merah? Kami hanya mau mempertahankan hak kami,” ujarnya dalam orasi, pada Rabu (10/12/2025).

Ini Gerakan Konstitusional, Bukan Aksi Biasa

Koordinator aksi, Derri Anandia, menyampaikan bahwa demonstrasi ini lahir dari kelelahan warga yang bertahun-tahun tidak mendapatkan kepastian atas tanah tempat mereka tinggal.

“Gerakan ini gerakan konstitusional. Kami warga Kota Jambi sudah lelah. Puluhan tahun kami tinggal, membangun keluarga, membayar pajak, tapi kini tempat kami berlindung dinyatakan zona merah. Apakah kami diam? Tidak. Kami akan melawan,” tegasnya.

Ia juga menilai keputusan Pertamina sebagai ancaman serius bagi stabilitas sosial masyarakat. Menurutnya, penetapan zona merah tanpa solusi telah menciptakan ketidakpastian dan keresahan yang mendalam.

Derri menegaskan bahwa aksi hari ini bukan akhir dari perjuangan warga.

“Ini ultimatum dari rakyat Kota Jambi. Kami akan terus mengorganisir diri dan siap menggerakkan ribuan massa. Jangan ragu, kami akan datang lagi pada jilid ketiga dengan jumlah lebih besar,” katanya disambut tepuk tangan massa.

Tuntut Pertamina Cabut Zona Merah dan Kembalikan Hak Warga

Dalam tuntutannya, massa meminta Pertamina EP Jambi mencabut status zona merah dan mengembalikan hak kepemilikan warga sesuai sertifikat resmi yang mereka miliki. Warga juga mendesak pemerintah daerah, DPRD Kota Jambi, hingga aparat terkait untuk turun tangan menyelesaikan persoalan yang dinilai sudah berlarut-larut.

Hingga aksi berlangsung, aparat keamanan melakukan pengawalan ketat. Massa sempat meminta pimpinan Pertamina EP Jambi turun menemui warga, namun tidak satu pun pihak manajemen hadir untuk berdialog, sehingga memicu kekecewaan para peserta aksi.

Aksi berakhir dengan seruan untuk tetap bersatu dan mempersiapkan langkah lanjutan jika tuntutan tidak segera dipenuhi.

Persiapan Aksi Lanjutan

Massa menyatakan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai tuntutan mereka dipenuhi. Dengan semangat yang tinggi, warga berjanji akan terus melakukan aksi-aksi damai untuk menuntut keadilan. Mereka juga akan memperluas partisipasi agar lebih banyak suara yang terdengar.

Dalam beberapa waktu ke depan, Forum Warga Tolak Zona Merah akan menggelar pertemuan-pertemuan untuk merencanakan strategi aksi yang lebih efektif. Mereka juga berharap dukungan dari organisasi masyarakat, LSM, dan media untuk memperkuat posisi mereka dalam perjuangan ini.

Dengan semangat perjuangan yang tak kenal lelah, warga Kota Jambi menunjukkan bahwa mereka tidak akan mudah menyerah. Mereka percaya bahwa keadilan dan hak-hak dasar mereka harus dihormati dan dilindungi.