Atmosfer Panas di Orange Velodrome

Laga yang akan berlangsung di Orange Velodrome diprediksi akan menjadi pertandingan panas antara Marseille melawan Newcastle United dalam lanjutan fase liga Liga Champions. Pertemuan ini bukan hanya sekadar pertandingan biasa, tetapi juga menjadi pertaruhan besar bagi kedua tim.

Newcastle United sedang menikmati performa yang sangat impresif di Eropa, sementara Marseille justru menghadapi tekanan setelah dua kekalahan beruntun di pentas benua biru. Ini akan menjadi pertemuan pertama kedua tim di Liga Champions, meski sejarah mencatat bahwa Marseille pernah menyingkirkan Newcastle di semifinal UEFA Cup 2003-04 lewat dua gol Didier Drogba.

Dua dekade berlalu, kini situasinya berbeda: Magpies datang sebagai kuda hitam berbahaya, sedangkan Marseille masih mencari bentuk permainan terbaik di bawah Roberto De Zerbi.

Performa Marseille: Dari Domestik ke Eropa

Performa Marseille musim ini bisa dibilang seperti dua wajah. Di Ligue 1, mereka baru saja menghajar Nice 5-1 setelah sebelumnya menang 3-0 atas Brest. Mason Greenwood dan Pierre-Emerick Aubameyang tampil seperti pemain yang lapar akan pembuktian, dan keduanya menjadi motor serangan tim.

Namun di Liga Champions, skenarionya justru berbanding terbalik. Marseille menelan tiga kekalahan dari empat laga, terakhir keok menyakitkan dari Atalanta setelah kebobolan menit 89. Hasil itu membuat mereka terpuruk di peringkat 25 klasemen fase liga—posisi berbahaya yang bisa mengancam peluang tampil di fase knockout bahkan playoff.

Di laga ini, tekanan bukan hanya dari papan klasemen, tetapi juga dari sejarah: Marseille gagal menang dalam 12 laga terakhir melawan wakil Inggris di Eropa. Velodrome yang biasanya bergemuruh bisa jadi penentu: apakah menjadi suntikan moral, atau justru tekanan tambahan.

Newcastle: Percaya Diri dan Ambisius

Sementara itu, Newcastle datang dengan modal yang sangat solid. Setelah tumbang tipis dari Barcelona di laga pembuka, tim asuhan Eddie Howe bangkit dengan tiga kemenangan beruntun melawan Union SG, Benfica, dan Athletic Bilbao—mencetak sembilan gol tanpa sekalipun kebobolan.

Di Liga Champions musim ini, Magpies tampil disiplin, eksplosif, dan percaya diri. Jika kembali menang di Velodrome, Newcastle akan mencatat sejarah: empat kemenangan beruntun pertama mereka di kompetisi elite Eropa sepanjang sejarah klub.

Meski performa tandang di Premier League masih angin-anginan—kalah di tiga laga terakhir—rekam jejak mereka di pentas Eropa justru mematahkan keraguan. Dalam 13 laga tandang terakhir di Liga Champions fase liga/grup, Newcastle hanya dua kali kalah.

Kemenangan 2-1 atas Manchester City akhir pekan lalu jadi alarm keras: Newcastle bukan hanya sekadar peserta kompetisi, tetapi tim yang mulai memahami bagaimana cara memenangkan pertandingan besar.

Kondisi Tim

Newcastle membawa beberapa kabar baik dan buruk. Anthony Gordon kembali dari cedera, Dan Burn tersedia setelah menjalani hukuman di liga domestik. Namun beberapa nama penting masih absen seperti Kieran Trippier, Yoane Wissa, serta Will Osula. Joelinton juga harus berhati-hati agar tidak menerima kartu kuning yang berbuah larangan bermain di matchday berikutnya.

Marseille mendapatkan Emerson Palmieri kembali dari skorsing, namun daftar cedera masih panjang: Aguerd, Gouiri, Traore hingga Murillo tak bisa diturunkan. Hojbjerg diperkirakan kembali mengisi lini tengah sejak awal.

Perkiraan Susunan Pemain

Marseille:

Rulli; Weah, Pavard, Balerdi, Emerson; Kondogbia, Hojbjerg; Greenwood, Gomes, Paixao; Aubameyang

Newcastle United:

Pope; Livramento, Botman, Thiaw, Burn; Guimaraes, Tonali, Joelinton; Murphy, Woltemade, Barnes

Prediksi Skor

Pertandingan ini diprediksi berlangsung intens dengan tempo tinggi. Marseille punya keunggulan atmosfer kandang dan momentum positif di liga, namun Newcastle lebih stabil, disiplin, dan tajam di Eropa.

Dengan kualitas transisi, pressing, dan mentalitas yang sedang berada di puncak, Newcastle punya peluang besar melanjutkan tren positif.

Prediksi akhir: Marseille 1 – 2 Newcastle United