Aksaraintimes.id, JAKARTA — Sejumlah produsen turbin angin terbesarTiongkokMelobi pemerintahan Xi Jinping untuk menambah kapasitas energi angin setidaknya 120 gigawatt (GW) per tahun hingga 2030. Jika disetujui, penambahan ini akan meningkatkan pasokan energi bersih Tiongkok hingga dua kali lipat pada akhir dekade ini.
Perusahaan seperti Goldwind Science & Technology Co. dan Ming Yang Smart Energy Group termasuk di antara puluhan pelaku industri yang mengajukan usulan tersebut dalam konferensi tahunan China Wind Power di Beijing pada Senin (20/10/2025). Rencana itu sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempercepat transisi menujuenergi terbarukandi negara penghasil emisi terbesar di dunia tersebut.
Tiongkok telah menetapkan target utama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca bersih sebesar 7–10% pada tahun 2035. Dalam pidatinya di Majelis Umum PBB bulan lalu, Presiden Xi Jinping menyebut bahwa pada tahun tersebut, Tiongkok menargetkan kapasitas gabungan tenaga angin dan surya mencapai 3.600 GW.
Tiongkok sendiri telah melebihi berbagai target energi terbarukan. Rekor peningkatan kapasitas pembangkit angin dan surya bahkan membuat Tiongkok enam tahun lebih cepat dari jadwal target 2030.
Berdasarkan usulan baru industri, kapasitas kumulatif tenaga angin nasional akan mencapai 1.300 GW pada 2030 dan setidaknya 2.000 GW pada 2035, dibandingkan dengan 520 GW pada akhir 2024.
Tahun lalu Tiongkok mencatat rekor dengan penambahan hampir 80 GW kapasitas tenaga angin, dan menurut perkiraan BloombergNEF, angka ini akan kembali terlampaui pada 2025 dengan penambahan proyek baru mencapai 94 GW.
Selain itu, dalam usulan baru tersebut, industri juga menargetkan pembangunan 15 GW proyek tenaga angin lepas pantai setiap tahun hingga 2030.

Tinggalkan Balasan