Kondisi Pemain Kunci Persebaya Surabaya Jelang Laga Melawan Borneo FC

Persebaya Surabaya akan menghadapi Borneo FC dalam pertandingan lanjutan Super League 2025/2026. Laga ini menjadi fokus utama bagi tim berjuluk Green Force, terutama karena kondisi dua pemain kunci yang masih dalam proses pemulihan.

Koko Ari Araya dan Risto Mitrevski Masih Dalam Proses Pemulihan

Koko Ari Araya dan Risto Mitrevski menjadi perhatian utama pelatih caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi. Meski keduanya telah kembali berlatih, mereka belum mendapat jaminan tampil sebagai starter. Kondisi fisik dan kebugaran mereka masih dipantau secara ketat oleh tim medis.

Koko Ari Araya, bek sayap asal Surabaya, menunjukkan perkembangan positif dalam latihan. Namun, kebugarannya dinilai belum cukup untuk tampil sejak menit pertama. Uston Nawawi menjelaskan bahwa pihaknya tetap memprioritaskan keselamatan pemain.

“Kondisi Koko sudah membaik, tapi kami masih terus komunikasi dengan tim medis agar tidak ada risiko cedera ulang,” ujar Uston. Fleksibilitas Koko Ari dalam bermain di posisi right-back maupun left-back membuat absennya atau keterbatasan menit bermainnya berdampak pada keseimbangan tim.

Sementara itu, Risto Mitrevski juga belum sepenuhnya pulih. Bek tengah asal Makedonia Utara ini telah kembali berlatih, namun kondisinya belum siap untuk tampil penuh. Uston menyatakan bahwa tim pelatih tidak ingin mengambil keputusan gegabah.

“Risto juga sama, sudah latihan, tapi belum seratus persen. Kami tidak mau memaksakan karena risikonya besar,” katanya. Risto memiliki pengalaman panjang sebagai pemain bertahan dan dikenal tenang dalam membaca permainan. Namun, tanpa kondisi fisik yang optimal, Persebaya Surabaya memilih menahan sang pemain agar tidak kembali mengalami masalah cedera.

Kemungkinan Tampil sebagai Starter Sangat Kecil

Uston Nawawi memberi sinyal bahwa kemungkinan besar Koko Ari dan Risto Mitrevski tidak akan tampil sebagai starter. “Kalau dari awal, kemungkinan besar belum. Kondisi mereka belum sepenuhnya aman untuk main penuh,” tegasnya.

Masalah Persebaya Surabaya semakin kompleks karena dua pemain asing dipastikan absen. Bruno Moreira dan Francisco Rivera harus menepi akibat akumulasi kartu, sehingga opsi rotasi pemain menjadi sangat terbatas. Absennya kedua pemain tersebut membuat kreativitas lini tengah dan depan Persebaya Surabaya berkurang. Tim pelatih dipaksa mencari alternatif lain dengan memaksimalkan pemain yang tersedia.

Tantangan Besar bagi Pelatih Caretaker

Di bawah kepemimpinan Uston Nawawi, tantangan besar dihadapi oleh Persebaya Surabaya. Ia harus menyusun strategi agar tim tetap kompetitif meski tidak tampil dengan kekuatan penuh. Hal ini semakin sulit karena lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan.

Borneo FC datang ke Surabaya dengan status pemuncak klasemen sementara Super League. Pesut Etam telah mengoleksi 33 poin dan menunjukkan konsistensi sejak awal musim. Kekuatan lini serang dan kedisiplinan permainan mereka menjadi ancaman serius bagi tuan rumah.

Uston mengaku sudah mempelajari karakter permainan Borneo FC secara mendalam. “Kami sudah analisis permainan mereka, terutama lini serang yang cukup agresif,” ujarnya. Fokus utama Persebaya Surabaya ada pada organisasi bertahan dan transisi cepat. Ia berharap pemain bisa tampil disiplin dan memaksimalkan peluang sekecil apa pun.

Posisi Klasemen dan Momentum Kebangkitan

Saat ini Persebaya Surabaya berada di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan raihan 18 poin. Posisi tersebut belum mencerminkan ambisi Green Force yang ingin bersaing di papan atas. Laga melawan Borneo FC pun menjadi ujian berat sekaligus momentum kebangkitan.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persebaya Surabaya berharap atmosfer Stadion GBT mampu memberi energi tambahan bagi pemain. Meski tanpa jaminan starter untuk Koko Ari dan Risto Mitrevski, Persebaya Surabaya tetap berupaya tampil kompetitif.

Keputusan akhir akan ditentukan mendekati pertandingan dengan mempertimbangkan kondisi fisik dan rekomendasi tim medis.