Gempa 4,8 SR Hancurkan Sebuah Rumah di Tarakan
Pada hari Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 18.37 WITA, sebuah rumah di RT 9 Kelurahan Mamburungan, Tarakan, Kalimantan Utara mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi berkekuatan 4,8 SR. Gempa yang terjadi di wilayah pesisir ini menyebabkan dinding bagian kanan rumah ambruk, sehingga ruang tengah rumah menjadi terbuka dan tidak lagi memiliki dinding.
Pengalaman Pemilik Rumah yang Masih Syok
Husni, pemilik rumah tersebut, masih dalam keadaan syok setelah mengalami peristiwa mengerikan tersebut. Ia menceritakan perlahan bagaimana kejadian gempa terjadi. Pada pukul 18.30 WITA, sekitar waktu Magrib, ia keluar dari rumah dan berdiri di luar untuk melihat air pasang. Saat itu, rumahnya berada di tepi pantai dan kondisi air sedang naik dari laut.
“Karena air pasang naik, saya berdiri, suami saya di bawah sana. Sekalinya lihat air pasang goyang terus kenapa makin kencang ini, jadi lari saya, teriak anak saya di dalam,” ujar Husni.
Ia menambahkan bahwa saat gempa terjadi, rumahnya mulai bergoyang hebat. Saat itu, anaknya masih berada di dalam rumah. Anak tersebut sedang sakit dan terbaring di dalam kamar. Husni mencoba masuk ke dalam rumah, tetapi melihat darah mengalir dari kepala anaknya.
“Pas saya teriak kemudian mau masuk saya lihat banyak darah di jidatnya. Anak saya bukan terkena reruntuhan tapi karena panik lari, tabrak dinding dekat pintu, kan dia lagi baring, bangun panik dia,” tambahnya.
Dampak Gempa pada Rumah
Setelah gempa terjadi, dinding sebelah kiri rumah runtuh. Hal ini membuat anak Husni semakin panik dan akhirnya berhasil keluar dari rumah. Setelah itu, dinding semakin ambruk.
“Kondisi anak saya dibawa ke puskesmas. Tadi sempat kasih bawang karena tidak berhenti darahnya. Tadi ada PMI bawa ambulance ditangani langsung,” kata Husni, yang masih gemetar setelah mengalami peristiwa tersebut.
Kondisi Rumah Pasca-Gempa
Husni mengatakan bahwa dirinya kini tinggal sementara di rumah milik iparnya. Menurutnya, ini pertama kalinya ia mengalami gempa dengan kekuatan besar yang langsung menyebabkan dinding rumah ambruk.
“Dapur dan kamar mandi retak semua. Kalau kerugian ada sampai Rp50 jutaan,” katanya.
Kesimpulan
Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Tarakan menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya gempa dan persiapan darurat. Dengan adanya gempa yang bisa terjadi kapan saja, masyarakat perlu memperkuat struktur bangunan dan memiliki rencana evakuasi yang jelas agar dapat mengurangi risiko cedera atau kerusakan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan