Penyidik KPK Terus Mencari Keberadaan Warga Negara Asing

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini sedang mencari keberadaan seorang warga negara asing yang berasal dari India. Pria tersebut diduga terlibat dalam kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Menurut informasi yang diungkapkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, penyidik masih terus melakukan pencarian terhadap individu tersebut serta tim pengacaranya.

Sankalp Jaithalia adalah nama yang sedang dicari oleh penyidik KPK. Ia dijadwalkan untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. “Betul hari ini dijadwalkan pemeriksaannya bahwa yang bersangkutan menurut data kami adalah warga negara India,” jelas Budi Prasetyo.

Penelusuran Aliran Dana dalam Produksi Batu Bara

Sebelumnya, KPK telah memulai penelusuran aliran dana dalam produksi batu bara yang terkait dengan terpidana kasus pencucian uang, Rita Widyasari. Budi Prasetyo menjelaskan bahwa upaya ini dilakukan karena ada laporan bahwa dana tersebut juga berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB). “Tentu dalam pemindahan dari site batu bara ke dermaganya tentu juga di situ ada transaksi-transaksi,” katanya dalam keterangan tertulis pada 29 Juni 2025.

Penelusuran ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada perusahaan lain yang terlibat dalam kasus korupsi Rita Widyasari. Selain itu, KPK juga tengah mengamati alur produksi pertambangan di bidang batu bara.

Vonis dan Denda atas Kasus Gratifikasi

Dalam kasus gratifikasi, Rita Widyasari telah divonis 10 tahun penjara sejak 2017. Ia juga dihukum membayar denda sebesar Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan. Pengadilan menyatakan bahwa ia terbukti menerima uang gratifikasi sebesar Rp110.720.440.000 untuk perizinan proyek dinas di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Rita Widyasari mematok harga antara US$3,3 hingga US$5 per metrik ton batu bara yang diambil oleh perusahaan tambang di wilayah tersebut. Hal ini menjadi salah satu dasar dalam penyelidikan KPK terhadap dugaan adanya praktik korupsi dan pencucian uang.

Tantangan dalam Penyidikan

Penyidikan yang dilakukan oleh KPK tidak hanya melibatkan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi, tetapi juga menelusuri alur dana yang berpotensi terkait dengan tindakan korupsi. Proses ini memerlukan kerja sama yang intensif dengan lembaga-lembaga terkait dan pihak-pihak yang berwenang.

Selain itu, KPK juga harus menghadapi tantangan dalam mencari keberadaan saksi yang hilang atau tidak kooperatif. Dalam hal ini, penyidik terus melakukan upaya-upaya ekstra untuk menemukan dan memanggil saksi-saksi penting agar dapat memberikan keterangan yang relevan.

Langkah-Langkah yang Dilakukan KPK

Beberapa langkah telah diambil oleh KPK dalam rangka mempercepat proses penyidikan. Di antaranya adalah:

  • Melakukan koordinasi dengan lembaga internasional untuk mencari keberadaan warga negara asing yang menjadi saksi.
  • Memperluas jaringan informasi melalui kolaborasi dengan instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat.
  • Menggunakan teknologi dan data analitik untuk memetakan alur dana dan transaksi yang mencurigakan.

Proses penyidikan ini akan terus berlangsung hingga semua fakta terungkap dan keadilan dapat ditegakkan. KPK berkomitmen untuk menjalankan tugasnya secara profesional dan transparan demi kepentingan rakyat dan keadilan nasional.