Sosok Mencurigakan di Depan Rumah Kepala Desa Viral di Media Sosial
Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menangkap sosok kecil mondar-mandir di depan sebuah rumah kades tiba-tiba menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Rekaman tersebut memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan dari masyarakat, terutama karena kemiripannya dengan bayangan anak kecil atau bahkan makhluk gaib yang dikenal sebagai “tuyul” dalam budaya Jawa.
Menurut informasi yang didapat, lokasi video tersebut adalah halaman rumah Kepala Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bernama Sutoyo. Saat dikonfirmasi pada Jumat (14/11/2025), ia mengakui bahwa rekaman itu berasal dari CCTV yang terpasang di depan rumahnya. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (12/11/2025) dini hari.
Sosok yang Terlihat di Video
Sutoyo mengaku tidak bisa memastikan apa sebenarnya sosok yang tertangkap kamera tersebut. Ia menyatakan bahwa bentuknya tidak cukup jelas untuk disimpulkan sebagai makhluk tertentu. Bisa saja itu pantulan cahaya, bayangan, atau bahkan sesuatu yang sulit dijelaskan secara logis.
“Kalau videonya benar terjadi Rabu malam (Rabu dini hari). Waktu itu anak saya kebetulan pas buka akses CCTV lihat apa yang terjadi di video itu. Secara pastinya enggak tahu itu apa,” ujarnya, seperti dilansir dari Tribun Jateng.
Rekaman itu menjadi perhatian publik setelah video diunduh dari perangkat CCTV dan diputar ulang dalam format file. Menurut Sutoyo, anaknya adalah orang pertama yang melihat kejanggalan tersebut ketika sedang membuka akses rekaman pengawas. Rasa penasarannya kemudian mendorong ia untuk meninjau kembali apa yang sebenarnya terjadi di halaman rumah pada malam itu.
Kehilangan Uang 5 Kali dalam Seminggu
Menariknya, sebelum video itu ramai diperbincangkan, Sutoyo mengungkapkan dirinya mengalami serangkaian kejadian janggal selama kurang lebih satu pekan terakhir. Ia menyebut sudah lima kali kehilangan uang dalam jumlah kecil, berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000 setiap kali kejadian. Polanya juga tak biasa yakni uang yang hilang tidak seluruhnya lenyap, hanya beberapa lembar dari tumpukan yang lebih besar.
Misalnya ada uang sekitar satu juta rupiah di satu tempat. Yang hilang hanya beberapa lembar, tidak semuanya. “Kejadiannya tidak hanya sekali. Yang saya alami sekitar satu pekan ini, sudah lima kali kehilangan duit. Anehnya hilangnya gak semua, dikit-dikit beberapa lembar saja,” ujarnya.
Pesan Kades: Jangan Gunakan Cara Tak Baik Demi Uang
Peristiwa kehilangan uang ini bukan pertama kali mengusik warga Desa Sadang. Beberapa waktu sebelumnya, masyarakat setempat bahkan sempat menangkap seseorang yang diduga terlibat dalam praktik yang mereka kaitkan dengan fenomena tuyul. Dugaan itu muncul karena warga geram dengan maraknya kehilangan uang misterius yang tidak dapat dijelaskan secara logis.
Setelah kejadian tersebut, kondisi desa menjadi lebih sensitif, dan warga meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga barang berharga mereka. Sutoyo memahami keresahan masyarakat, tetapi ia mengimbau agar warga tidak terburu-buru mengambil kesimpulan atau menggunakan cara-cara yang tidak benar demi mendapatkan uang dengan mudah.
Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan dan saling mengingatkan agar kejadian-kejadian serupa tidak menimbulkan kecurigaan yang berlebihan. “Kami mengimbau kepada masyarakat Desa Sadang agar tidak memanfaatkan cara yang tidak baik hanya untuk mendapatkan uang dengan cepat. Karena bakal merugikan orang lain dan meresahkan masyarakat secara umum. Mari tingkatkan keamanan dan kewaspadaan terhadap barang berharga kita masing-masing,” pesannya.

Tinggalkan Balasan