Aksaraintimes.id

Pembelaan Lidya Pratiwi atas Identitas Masa Lalu

Aktris yang kini lebih dikenal dengan nama Maria Eleanor, Lidya Pratiwi, telah menanggapi tuduhan bahwa ia berusaha menghapus jejak identitasnya dari masa lalu. Menghadapi berbagai spekulasi, Lidya, yang sebelumnya dikenal sebagai pesinetron terkenal, mengaku tidak berniat untuk melupakan masa lalunya meski telah dijatuhi hukuman 14 tahun penjara akibat keterlibatannya dalam kasus pembunuhan. Dia resmi dibebaskan bersyarat pada 29 April 2013.

Beberapa bulan setelah dibebaskan, tepatnya pada awal Desember 2013, Lidya mengajukan permohonan pergantian nama di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pada 25 Desember 2013, nama resmi yang disandangnya berubah menjadi Maria Eleanor.

“Banyak orang bilang aku mau menghilangkan identitas. No, no, no. Aku tidak menghilangkan identitas,” tegasnya saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Dia menegaskan bahwa ia tidak pernah berusaha menghindar dari masa lalu dan tetap berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.

“Buktinya aku tetap nyapa kalian, kalian tahu aku, ya kan? Aku ke mana-mana juga biasa-biasa aja,” tambahnya. Namun, Lidya mengaku merasa lelah harus terus-menerus menjelaskan kepada orang-orang yang tidak mau mendengarkan penjelasannya mengenai perubahan namanya.

“Capek juga kalau ngoceh terus. Mereka enggak pernah mau dengar. Kalau kuping, hati, dan kepalanya ketutup, ya ngapain capek jelasin,” ungkapnya. Ia merasa banyak orang yang hanya menilai berdasarkan pemberitaan lama tanpa berusaha memahami situasinya secara langsung. “Mungkin banyak orang di luar sana yang tidak pernah investigasi langsung. Jadi beritanya dari tahun ke tahun cuma itu-itu aja,” tuturnya.

“Aku tahu diri aku seperti apa,” tambahnya menegaskan keyakinannya akan diri sendiri.

Perkembangan Karier Terbaru Maria Eleanor

Setelah bebas dari penjara, karier Maria Eleanor cenderung redup, dan ia tidak lagi muncul di layar televisi. “Kabar aku sehat puji Tuhan, kesibukan masih kerja aja ya,” ujarnya. Maria mengakui bahwa kariernya di dunia akting mengalami penurunan setelah masa hukuman, tetapi ia berusaha untuk kembali meraih eksistensi dengan menjadi seorang konten kreator di YouTube.

“Kesibukan sekarang sibuk buat konten aja di channel YouTube aku,” ungkap wanita berusia 38 tahun ini. Dia fokus pada pembuatan konten-konten yang berkaitan dengan makanan dan juga aktif membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mendapatkan sertifikat halal.

“Bikin konten-konten makanan aja sih sama juga sibuk membantu UMKM agar dapat sertifikat halal,” imbuhnya. Maria berkomitmen untuk mendukung UMKM dalam meraih sertifikasi halal guna menjaga kesehatan masyarakat. “Produk halal itu yang pasti baik untuk kesehatan, baik untuk manusia. Itu sudah pasti,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa produk yang halal seharusnya baik untuk kesehatan, terlepas dari agama pelaku usaha. “Mau apapun agamanya kalau sudah halal pasti harusnya baik untuk kesehatan kita dan kalau misalkan pelaku usaha yang sudah bisa mengurus halal certified-nya,” jelasnya.

Maria juga menyatakan bahwa menjadi konten kreator kuliner adalah pilihan yang sesuai dengan hobi makannya. Selain itu, ia merasa perlu untuk tetap aktif bekerja demi memenuhi kebutuhan hidup. “Kalau tawaran akting gitu ada aja kok. Cuma aku selektif sih, kalau harga cocok ya aku ambil,” paparnya.

Dalam menjalani kariernya, Maria menyatakan pentingnya mendapatkan imbalan yang sepadan atas kerja kerasnya. “Intinya kerja ya harus berimbang gitu. Kalau kerja bakti doang ya hari ini enggak bisa juga makan dari terima kasih,” tutupnya.