OKE FLORES.COM –Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bekerja sama dengan Global Green Growth Institute (GGGI) meluncurkan Program Business Matchmaking untuk mempercepat transisi sektor plastik menuju model ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Program ini juga menjadi bagian dari Plastics Circular Investment Initiative (PCII), sebuah proyek strategis yang mendukung pengembangan ekosistem plastik daur ulang dan bioplastik di Indonesia.

“Di RPJMN, ekonomi sirkular telah menjadi prioritas nasional kedua, terutama terkait ekonomi hijau. Sehingga kegiatan kami mendorong potensi plastik daur ulang dan bioplastik sejalan dengan program kerja pemerintah lima tahun ke depan,” kata Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Marizi, di Jakarta.

Proyek PCII yang didukung oleh Pemerintah Republik Korea melalui Korea Green New Deal Trust Fund dirancang untuk mengatasi salah satu tantangan utama ekosistem daur ulang plastik, yaitu kesulitan memperoleh pendanaan berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas dan inisiatif daur ulang plastik di Indonesia semakin meningkat, sejalan dengan meningkatnya kesadaran terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

“Secara global, tingkat daur ulang memang sedang menurun, tetapi inisiatif baru di Indonesia menunjukkan tren positif. Kami optimis ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi ekonomi nasional,” tambah Nizhar.

Dukungan terhadap PCII juga datang dari Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI) dan PT Intera Lestari Polimer, yang berkomitmen untuk memastikan industri plastik Indonesia berkelanjutan dan kompetitif di pasar global. Program ini diharapkan memperkuat ekonomi sirkular di Tanah Air melalui pengembangan inovasi dan kemitraan strategis.

Menurut Vidya Fauzianti, Wakil Perwakilan Negara GGGI Indonesia, program ini dirancang untuk memberikan peserta pengetahuan dan kemampuan dalam mengembangkan proyek inovatif yang sesuai dengan regulasi, sekaligus menjawab tantangan infrastruktur di sektor plastik daur ulang dan bioplastik. Program ini juga berfungsi sebagai upaya memobilisasi investasi signifikan ke proyek-proyek terpilih.

Program pencocokan pasangan terdiri dari beberapa tahap utama:

1. Sesi Jaringan Bisnis – memfasilitasi kemitraan dan identifikasi proyek investasi yang potensial.

2. Bantuan Teknis Komprehensif & Pemeriksaan – menyalurkan modal investasi yang signifikan ke proyek yang dipilih, memastikan kesiapan teknis dan keuangan.

Direktur Nizhar menekankan beberapa catatan penting untuk penguatan ekosistem plastik sirkular di Indonesia, yaitu Peningkatan kualitas bahan baku lokal, Pengembangan fasilitas pengolahan sampah yang memadai, Inovasi dalam pendanaan dan insentif fiskal, Harmonisasi kebijakan antar kementerian/Lembaga dan Standardisasi produk untuk memastikan kualitas dan daya saing di pasar global.

Dengan strategi ini, Indonesia menegaskan komitmen untuk menjadikan ekonomi sirkular plastik sebagai salah satu pilar pembangunan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang investasi yang luas bagi para pelaku usaha dan investor.***