PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran meresmikan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang terletak di kawasan Huma Berkah, Jalan Tjilik Riwut, km 4,5. Peresmian ini dilakukan pada Rabu (19/11). Acara ini menjadi momen penting dalam penguatan layanan pendidikan inklusif di wilayah Kalteng.
Peresmian ULD berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI). Dalam acara tersebut, Gubernur Kalteng meninjau fasilitas layanan di ULD bersama Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng M Reza Prabowo dan jajaran.
Sejarah dan Perkembangan ULD
Plt Kepala Disdik Kalteng M Reza Prabowo menjelaskan bahwa bangunan Huma Berkah sebelumnya sempat tidak terpakai selama 3–4 tahun. Namun, melalui arahan langsung Gubernur, aset milik Pemprov tersebut akhirnya dioptimalkan kembali dan difungsikan sebagai pusat layanan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.
“Berdasarkan arahan Bapak Gubernur, aset Huma Berkah yang sempat mangkrak kembali dihidupkan. Kini menjadi Unit Layanan Disabilitas yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Reza.
Fasilitas dan Layanan di ULD
ULD dirancang sebagai ruang tumbuh, belajar, dan terapi bagi anak disabilitas. Anak-anak dapat hadir secara bergiliran sesuai jadwal terapi atau layanan yang dibutuhkan.
“Anak-anak disabilitas bisa hadir bergiliran. Di sini tersedia banyak terapis, mulai dari terapis motorik hingga terapis sensorik. Kelengkapan alat peraga dan fasilitas terapi juga telah kami siapkan,” jelas Reza.
Ia menegaskan bahwa keberadaan ULD merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan inklusif. Setiap fasilitas disiapkan untuk membantu anak disabilitas berkembang optimal dan semakin mudah diterima di lingkungan sosial maupun dunia kerja di masa depan.
“Prinsip kami dari hari ke hari adalah menyemangati anak berkebutuhan khusus agar lebih siap dan lebih mudah diterima di dunia nyata,” tegasnya.
Harapan dan Tujuan ULD
Peresmian ULD oleh Gubernur Agustiar Sabran ini diharapkan memperkuat layanan pendampingan, terapi, dan pengembangan potensi anak disabilitas di Kalteng, sekaligus menghidupkan kembali aset daerah yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
Beberapa hal yang menjadi fokus utama ULD antara lain:
- Pendampingan: Memberikan dukungan psikologis dan sosial kepada anak disabilitas.
- Terapi: Menyediakan berbagai jenis terapi seperti motorik, sensorik, dan komunikasi.
- Pengembangan Potensi: Membantu anak disabilitas mengembangkan bakat dan keterampilan mereka.
Keberlanjutan dan Kedepan
ULD juga menjadi contoh bagaimana pemerintah daerah mampu memaksimalkan aset yang ada untuk kepentingan masyarakat. Dengan adanya ULD, diharapkan masyarakat Kalteng dapat lebih sadar akan pentingnya pendidikan inklusif dan kesetaraan bagi semua anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus.
Selain itu, ULD juga menjadi salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang ramah dan mendukung bagi anak-anak disabilitas. Dengan fasilitas yang lengkap dan tenaga profesional, ULD diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kehidupan anak-anak disabilitas di Kalteng.

Tinggalkan Balasan