Target 3 Poin Harga Mati untuk Sriwijaya FC

Sriwijaya FC kini menghadapi tantangan besar dalam pertandingan berikutnya. Pelatih kepala mereka, Budi Sudarsono, menargetkan tiga poin penting saat menjamu Persikad Depok pada laga kedua putaran kedua Pegadaian Championship 2025/26. Pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang pada Rabu (19/11/2025) pukul 15.30.

“Target di kandang pertandingan berikutnya kita lawan Persikad Depok itu. Karena mau gak mau lawan Persikad Depok itu kita harus bisa 3 poin,” tegas pelatih yang dikenal dengan julukan Budigol dan Ular Piton ini.

Budi Sudarsono terus mengajak skuat Sriwijaya FC untuk bangkit dan mengincar kemenangan perdana. Saat ini, klub tersebut masih terpuruk sebagai juru kunci klasemen grup wilayah barat dengan raihan 2 poin dari 2 kali seri dan 8 kali kekalahan.

“Target 3 poin harga mati karena kita mau bangkit atau gak. Gak bisa main-main lagi. Kita harus fokus di situ,” tambah pelatih yang juga pernah bermain untuk Sriwijaya FC pada periode 2010-2011.

Persikad Depok Dengan Tren Positif

Sriwijaya FC tidak boleh meremehkan lawannya, yaitu Persikad Depok. Tim yang kini di bawah komando pelatih anyarnya, Achmad Zulkifli alias coach Azul, menghuni peringkat 5 klasemen sementara dengan raihan 12 poin.

Pasca dilakukan perombakan jajaran pelatih, Persikad Depok dengan julukan Serigala Margonda kini mengalami tren positif. Mereka berhasil mendulang kemenangan dalam dua laga terakhir.

Pertama, mereka mengalahkan tim tuan rumah FC Bekasi City dengan skor 1-2. Lalu, menang 3-0 di kandang sendiri saat menjamu Persekat Tegal. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Sriwijaya FC.

Kekalahan Berat di Laga Pertama

Sebelumnya, Sriwijaya FC baru saja dibantai Garudayaksa FC dengan skor 7-2 pada laga pertama putaran 2 Pegadaian Championship 2025 di Stadion Pakansari Bogor, Selasa (11/11/2025) malam.

Meskipun tertinggal 3-0, Sriwijaya FC berusaha mengejar dengan mencetak dua gol dalam tempo 2 menit. Gol pertama lewat Vieri Dony di menit 60 memberikan harapan untuk menyamakan kedudukan. Dua menit kemudian, Sutan Zico mencetak gol dari luar kotak penalti, membuat skor menjadi 3-2.

Namun, pemain belakang Sriwijaya FC kurang konsentrasi ketika tim fokus menambah gol. Tuan rumah akhirnya menambah empat gol sejak menit 70, membuat skor akhir menjadi 7-2.

Evaluasi dan Harapan

Pelatih Budi Sudarsono mengapresiasi semangat juang para pemain Sriwijaya FC. “Kalau semangat juang sangat luar biasa. Orang tahu sendiri dari permainan semalam,” katanya.

Ia juga mengakui ada kekurangan dalam pertahanan tim. “Ketika kita menyerang, kita lupa transisi untuk bertahannya itu kurang cepat. Antisipasi untuk bola-bola yang kedepan itu agak kurang,” ujarnya.

Kekalahan ini menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah perjalanan klub berjuluk Laskar Wong Kito di sepak bola nasional. Sejak berdiri dan mulai berkiprah di kancah nasional pada tahun 2004, Sriwijaya FC belum pernah mengalami kekalahan sebesar ini.

Kompetisi Pegadaian Championship 2025/2026 pun menjadi periode terburuk bagi tim kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan tersebut. Hingga kini, mereka belum sekalipun meraih kemenangan. Dari 10 laga yang sudah dijalani, Sriwijaya FC hanya mampu meraih dua hasil imbang dan delapan kekalahan, dengan total 2 poin.

Laskar Wong Kito kini terpuruk di dasar klasemen sementara grup wilayah barat Pegadaian Championship 2025/26, terpaut enam poin dari Persekat Tegal yang berada di posisi kesembilan (8 poin).