Kasus Kematian Dosen Wanita di Hotel: Keterlibatan Polisi Memicu Kekhawatiran

Kasus kematian seorang dosen wanita yang ditemukan dalam kondisi telanjang di sebuah kamar hotel memicu perhatian publik. Korban, bernama Dwinanda Linchia Levi, adalah seorang dosen di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (17/11/2025) pagi, saat jenazahnya ditemukan di Jalan Telaga Bodas Raya, Gajahmungkur, Kota Semarang.

Informasi Terkait Korban

Dwinanda Linchia Levi berusia 35 tahun dan merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) angkatan 2008. Saat ini, ia mengajar hukum pidana di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang. Dari sisi kehidupan pribadi, Dwinanda diketahui belum menikah dan akun Instagram pribadinya, @nandalinchialevi, dalam mode private.

Saksi Kunci dalam Penemuan Jenazah

Sosok yang menjadi saksi kunci dalam penemuan jenazah Dwinanda adalah seorang polisi berpangkat AKBP. Ia dikenal sebagai Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng. Sosok ini mengabarkan kematian Dwinanda kepada resepsionis hotel, Polsek Gajahmungkur, dan tim Inafis Polrestabes Semarang.

Menurut keterangan Kapolsek Gajahmungkur, AKP Nasoir, Dwinanda sempat bermalam dengan seorang laki-laki di kamar hotel tersebut. Ia menyebutkan bahwa korban bersama dengan seseorang yang memiliki inisial D, usia 35 tahun. Mereka tinggal di satu kamar bersama laki-laki tersebut.

Hubungan antara Dwinanda dan Saksi Kunci

Banyak masyarakat mulai mempertanyakan hubungan antara Dwinanda dengan sosok polisi berpangkat AKBP tersebut. Hal ini semakin memperkuat spekulasi bahwa ada keterlibatan lebih dalam dalam kasus ini.

Jansen Henry Kurniawan, Ketua Umum Komunitas Muda Mudi Alumni Untag Semarang, menyampaikan bahwa Dwinanda pernah menceritakan tentang sosok polisi tersebut. Menurutnya, korban mengatakan bahwa “ibu punya teman polisi, dia kasubdit pengendalian masa.”

Permintaan untuk Pengusutan Tuntas

Jansen Henry Kurniawan meminta pihak berwajib mengusut tuntas kasus kematian Dwinanda secara transparan. Ia menilai kejadian ini janggal karena oknum polisi yang menjadi saksi pertama kali tidak memiliki kaitan langsung dengan tindak pidana.

“Kami menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, tapi diduga oknum polisi ini dengan korban memiliki kedekatan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa komunitas alumni Untag mendesak kepolisian agar kasus ini dibuktikan secara terang benderang dan jangan melindungi oknum tertentu.

Proses Autopsi dan Penyelidikan

Polrestabes Semarang kini tengah melakukan penyelidikan terkait kematian Dwinanda. Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Selain itu, pihak kepolisian juga sedang memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Masyarakat tetap menantikan hasil penyelidikan dari aparat hukum agar dapat memperoleh kejelasan atas kasus ini.