Peran Diskominfo dalam Penguatan E-Government di NTT
Dalam rangka memperkuat sinergi perangkat daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan digital, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Ende mengikuti Rapat Koordinasi Urusan Bidang Komunikasi dan Informatika, Persandian, dan Statistik Sektoral. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi NTT selama dua hari, 2–3 Oktober 2025, bertempat di Hotel Harper Kupang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Ende Smart City serta optimalisasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Kabupaten Ende. Hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang SPBE. Rakor secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Sekda Kabupaten Sabu Raijua, Sekda Kabupaten Nagekeo, Asisten I Sekda Sumba Barat, para Kepala Dinas Kominfo kabupaten/kota se-NTT, pejabat Kominfo, serta tamu undangan lainnya.
Pentingnya Sinergi dalam Pemerintahan Digital
Dalam sambutan pembukaannya, Gubernur NTT menekankan pentingnya sinergi Diskominfo di seluruh wilayah NTT dalam mengakselerasi dan mengimplementasikan pemerintahan digital. Gubernur menegaskan bahwa Dinas Kominfo harus menjadi yang terdepan dalam penyelenggaraan pemerintahan digital. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota diperlukan untuk mendorong transformasi digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Selain itu, Diskominfo juga harus menjadi garda terdepan dalam fungsi kehumasan dengan menyediakan informasi yang cepat, tepat, dan bebas dari hoaks. Semangat “Ayo Bangun NTT” diusung sebagai dasar dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.
Narasumber dan Topik yang Diangkat
Rapat koordinasi ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kementerian dan lembaga nasional. Beberapa di antaranya adalah Asisten Deputi Koordinasi Penerapan Transformasi Digital Pemerintah Kementerian PANRB, perwakilan Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital, Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital, BSSN, Badan Pusat Statistik Provinsi NTT, SKALA NTT, Bapperida Provinsi NTT, pemerhati TIK Universitas Nusa Cendana, serta Kepala Dinas Kominfo Provinsi NTT.
Tujuan dan Hasil Rakor
Sekretaris Diskominfo Provinsi NTT, Lusia Fransiska Tiwe, ST, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa rakor ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi rapat koordinasi tahun sebelumnya. Mengusung tema “Membangun Pemerintahan Digital untuk Meningkatkan Pelayanan Publik yang Transparan, Efisien, dan Profesional”, kegiatan ini bertujuan memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam percepatan transformasi digital di NTT.
Mewakili Pemerintah Kabupaten Ende, Kepala Bidang Layanan E-Government Diskominfo Ende, Marianus Angelo Dasi Muda, S.Kom, M.T, menyampaikan bahwa kehadiran Kabupaten Ende dalam rakor ini menjadi momentum strategis untuk berbagi data dan pengalaman terkait penerapan SPBE.
Forum ini sangat penting untuk saling berbagi informasi dengan kabupaten/kota lain di NTT, sekaligus memperoleh pembaruan kebijakan dan arah strategis dari pemerintah pusat dalam rangka optimalisasi penyelenggaraan pemerintahan digital di Kabupaten Ende.
Kegiatan dan Rekomendasi yang Dihasilkan
Pantauan tim website Diskominfo Kabupaten Ende, rangkaian kegiatan rakor berlangsung dinamis melalui sesi pemaparan materi, diskusi dan evaluasi. Hasilnya adalah sejumlah rekomendasi strategis untuk peningkatan Indeks Pemerintahan Digital di NTT. Rekomendasi tersebut juga menjadi penguatan bagi implementasi program inovasi JATABARA milik Diskominfo Kabupaten Ende.
Inovasi JATABARA dalam Pembangunan Digital
Melalui inovasi JATABARA, Pemerintah Kabupaten Ende terus mendorong percepatan penyelenggaraan pemerintahan digital. Program ini mendukung terwujudnya Ende Smart City yang efisien dan efektif, memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), meningkatkan kapasitas ASN, serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi.
JATABARA sendiri merupakan akronim dari nama lokal Burung Elang Flores, satwa endemik yang hidup dan berkembang biak di Kecamatan Wolojita, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tinggalkan Balasan