Latar Belakang dan Karier Ahmad Sahroni
Ahmad Sahroni adalah sosok yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ia dikenal sebagai politikus nasional yang sering muncul dalam pemberitaan media massa. Nama Ahmad Sahroni sempat menjadi sorotan ketika ia digadang-gadang menjadi calon Gubernur Jakarta.
Namun, reputasinya tercoreng setelah memberikan komentar kontroversial mengenai demonstran yang meminta pembubaran DPR. Pernyataannya tersebut dinilai tidak pantas dan dianggap kurang empati terhadap suara rakyat.
Pada 30 Agustus 2025, rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok digerebek oleh massa. Insiden ini terjadi saat situasi politik sedang memanas.
Bisnis dan Kekayaan Ahmad Sahroni
Saat ini, Ahmad Sahroni menjabat sebagai Bendahara Umum (Bendum) Partai NasDem. Ia juga dikenal dengan sebutan “Crazy Rich Tanjung Priok” karena kekayaannya yang besar.
Lahir di Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada 8 Agustus 1977, Ahmad Sahroni dikenal sebagai sosok yang memulai karier dari nol. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana dan sejak muda sudah terbiasa bekerja keras untuk membantu perekonomian keluarga.
Sebelum menjadi pengusaha sukses dan anggota DPR RI, Sahroni pernah menjalani berbagai pekerjaan serabutan. Beberapa di antaranya adalah:
- Tukang semir sepatu di sekitar pelabuhan Tanjung Priok
- Sopir antar-jemput anak sekolah
- Sopir perusahaan pengisian bahan bakar minyak
- Tukang cuci di kapal pesiar asing
Perjalanan kariernya terus menanjak seiring bertambahnya relasi. Dari seorang sopir, ia perlahan naik menjadi staf operasional, kemudian kepala operasional, hingga akhirnya menduduki posisi direktur utama di sejumlah perusahaan.
Berikut jejak karier Ahmad Sahroni di dunia bisnis:
- Sopir di PT Niaga Gemilang Samudera (1998–1999)
- Sopir di PT Millenium Inti Samudera (1999–2000)
- Staf Operasional di PT Millenium Inti Samudera (2001)
- Kepala Operasional di PT Millenium Inti Samudera (2002–2003)
- Direktur Utama di PT Sagakos Intec (2003–2005)
- Direktur Operasional di PT Sagakos Intec (2003)
- Direktur Utama di PT Ekasamudera Lima (2005–2014)
- Direktur Utama di PT Ruwanda Satya Abadi (2008–2013)
Ahmad Sahroni lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pelita Bangsa, Bekasi. Ia memiliki banyak perusahaan yang beroperasi di kawasan Priok. Selain itu, ia juga dikenal sebagai kolektor mobil-mobil mewah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Karier Politik dan Kekayaan
Bisnis Ahmad Sahroni terus berkembang. Ia kemudian terjun ke politik dengan memenangi kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) pada periode 2014–2019, mewakili Partai NasDem. Pada pemilu legislatif periode 2019–2024, ia kembali terpilih.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2024 yang dilaporkan pada 21 Februari 2025, Sahroni memiliki total kekayaan sebesar Rp 328.914.784.272.
Kekayaan terbesarnya berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp 139.589.309.000. Sahroni memiliki 19 tanah dan/atau bangunan yang terletak di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Badung.

Tinggalkan Balasan