Operasi Pemberantasan Narkoba di Medan Berlangsung Selama 72 Hari
Polrestabes Medan melaksanakan operasi pemberantasan narkoba selama 72 hari, yang berlangsung dari tanggal 9 Oktober hingga 19 Desember 2025. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menggerebek 24 lokasi yang menjadi tempat peredaran narkoba dan menangkap 34 orang yang diduga terlibat dalam jaringan ini.
Lokasi yang Disasar dalam Operasi
Lokasi yang menjadi target operasi dibagi ke dalam tiga kategori utama. Pertama adalah barak narkoba, yang mencakup sebanyak 15 titik. Kedua, rumah yang digunakan sebagai loket transaksi, dengan total 7 lokasi. Ketiga, tempat hiburan malam, yang terdiri dari 2 titik.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak, menjelaskan bahwa operasi ini dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba yang semakin marak di wilayah tersebut. Ia menyampaikan bahwa penggerebekan dilakukan secara intensif agar dapat memutus rantai penyelundupan narkoba.
Tindakan Pengamanan yang Rumit
Selama operasi, petugas sering kali menghadapi berbagai upaya pengamanan yang rumit dari para pelaku. Di beberapa barak narkoba, ditemukan sistem pengamanan berlapis yang sengaja dibuat untuk menghambat aksi penindakan oleh aparat kepolisian.
Para pelaku menggunakan alat komunikasi seperti handy talky (HT) untuk memantau pergerakan petugas. Bahkan, ada laporan bahwa HT tersebut juga digunakan oleh anak di bawah umur. Selain itu, mereka juga menggunakan drone untuk pengawasan udara serta memasang pagar kawat berlistrik di sekitar area barak narkoba.
Ancaman Terhadap Keselamatan Petugas
Penggunaan pagar kawat berlistrik dan drone merupakan ancaman nyata terhadap keselamatan petugas. Selain itu, saat operasi dilakukan, petugas juga menghadapi perlawanan langsung dari para pelaku.
Beberapa tersangka melakukan pelemparan batu, merusak kendaraan dinas, dan bahkan mencoba memaksa petugas melepaskan tersangka yang telah ditangkap. Dalam beberapa kasus, tersangka memiliki senjata tajam seperti gunting yang diruncingkan, airsoft gun, serta sisa botol bensin yang digunakan untuk membakar petugas.
Tindakan Tegas terhadap Pelaku
Calvijn menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas semua pelaku yang berani menyerang petugas. Ia meminta kepada Kasat Reskrim maupun Kasat Narkoba untuk segera menangkap pelaku yang melakukan tindakan tersebut.
Operasi ini menunjukkan komitmen pihak kepolisian dalam memberantas peredaran narkoba dan melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. Dengan tindakan yang tegas dan terukur, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku.

Tinggalkan Balasan