Bupati Ponorogo Ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan KPK
Pada Jumat, 7 November 2025, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, terlibat dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kejadian ini menimbulkan perhatian publik terhadap dugaan tindakan korupsi di lingkungan pemerintahan kabupaten tersebut.
Sebelumnya, video yang beredar di media sosial menyebutkan pernyataan dari Gus Kautsar, seorang tokoh agama yang berasal dari Ponpes Ploso Kediri, Jawa Timur. Dalam sebuah tayangan YouTube, Gus Kautsar mengungkapkan bahwa Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, disebut sebagai bupati paling kere di seluruh Indonesia.
Dalam percakapan dengan jamaahnya, Gus Kautsar berkata:
“Gus, Njenengan jagone sinten?”
“Jagoku mung sithok, awale, Bupati Ponorogo, bupati paling kere sak-Indonesia. Jenenge Sugiri. Jiaaan, bupati kok mlarat susah men, tapi aku demen (suka).”
Gus Kautsar memiliki nama asli Muhammad Abdurrahman Al Kautsar. Ia adalah anak laki-laki dari KH Nurul Huda Djazuli. Lahir dan besar di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Mojo, Kediri. Sejak kecil, ia telah mempelajari kitab dan berbagai ilmu agama di bawah asuhan ayahnya.
Penangkapan dan Pengawalan di Gedung Merah Putih KPK
Pada Sabtu pagi, 8 November 2025, Sugiri Sancoko tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 08.10 WIB. Ia datang bersama lima orang lainnya yang juga diamankan dalam operasi senyap. Sugiri tampak mengenakan pakaian berwarna hitam dan menutup wajahnya dengan masker. Rombongan dari Ponorogo itu didampingi oleh polisi dan petugas KPK. Mereka digiring masuk tanpa memberikan keterangan apa pun kepada awak media.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Timur. Salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Ia menjelaskan:
“Ada kegiatan tangkap tangan oleh KPK di wilayah Jawa Timur dan salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Ponorogo. Terkait siapa saja yang diamankan, jumlahnya berapa, kemudian terkait dengan perkara apa, nanti kami akan update secara berkala karena saat ini tim masih di lapangan.”
Budi belum dapat menyampaikan informasi tentang barang bukti yang disita dalam OTT. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh perkembangan kasus akan disampaikan secara resmi ke publik.
“Jadi nanti selain pihak-pihak yang diamankan, kemudian barang buktinya apa saja, nanti kami akan update,” tutur Budi.
Dugaan Korupsi dalam Mutasi dan Promosi Jabatan
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi bahwa operasi tangkap tangan tersebut terkait dugaan korupsi mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.
“Benar,” ujar Fitroh singkat saat dikonfirmasi Jumat 7 November 2025.
“Mutasi dan promosi jabatan,” katanya menambahkan.

Tinggalkan Balasan