BANDUNG, Aksaraintimes.id

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemunculan Siklon 93S yang diprediksi dapat memicu cuaca ekstrem pada periode 18 hingga 25 Desember. Informasi ini berasal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang telah memberikan peringatan dini terkait potensi bencana.

Peringatan ini telah disampaikan oleh BPBD Provinsi kepada seluruh BPBD Kabupaten dan Kota di Jawa Barat sebagai upaya untuk mengantisipasi risiko bencana sejak dini. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua daerah meningkatkan persiapan baik dari segi personel, peralatan, maupun kesadaran masyarakat.

“Kami bertugas untuk menyampaikan peringatan ini agar semua pihak bisa mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana. Ini berlangsung hingga tanggal 25, dan kita harus waspada terhadap hujan lebat yang bisa memicu banjir atau longsor,” ujar Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, dalam pernyataannya.

Dari sisi pemetaan kerawanan, wilayah selatan Jawa Barat yang didominasi perbukitan dan lembah memiliki risiko tinggi terhadap banjir bandang dan longsor. Sementara itu, wilayah utara lebih rentan terhadap banjir, meskipun beberapa daerah lain tetap memiliki potensi banjir dan longsor.

Di wilayah pesisir selatan, BPBD juga menyoroti potensi gelombang tinggi yang telah diumumkan oleh BMKG. Nelayan diimbau untuk tidak melaut saat kondisi tersebut terjadi. Meskipun nelayan sudah memahami risiko ini, informasi resmi tetap diperlukan sebagai bentuk antisipasi.

“Tentu ini harus terinformasikan ke mereka (nelayan) agar kalau memang terjadi gelombang tinggi, tidak ada korban yang terdampak karena kejadian itu,” tambahnya.

Penyebaran Informasi

Informasi tentang potensi cuaca ekstrem ini disebarkan secara berjenjang, mulai dari BPBD Provinsi ke BPBD kabupaten/kota, lalu diteruskan ke aparat kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW. Dengan demikian, setiap lapisan masyarakat dapat menerima informasi secara efektif.

Hadi menyebut bahwa pemerintah tetap berkomitmen memberikan respons maksimal jika terjadi bencana. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk jejaring relawan dan klaster logistik, dinilai sangat penting dalam penanganan bencana.

“Terkait dengan ketersediaan anggaran memang dirasa kurang, cuma dukungan dari pihak anggota kelas logistik di Jawa Barat ini memang luar biasa, untuk mendukung penanganan bencana di Jawa Barat,” katanya.

Imbauan Waspada

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Masyarakat diminta untuk memperhatikan kondisi alam sekitar dan segera melakukan evakuasi ke lokasi aman jika muncul tanda-tanda bahaya.

“Biasanya kalau yang namanya evakuasi itu ke titik kumpul yang memang sudah disepakati, itu yang penting,” ucapnya.