Bank Aceh Berupaya Memulihkan Layanan Pasca-Bencana Hidrometeorologi
Bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Aceh belakangan ini memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk infrastruktur dan layanan publik. Salah satu yang terkena dampak adalah jaringan operasional perbankan, khususnya di wilayah-wilayah yang terendam banjir.
Bank Aceh sebagai salah satu bank daerah dengan jangkauan terluas di Indonesia, memiliki 192 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Aceh, Medan, hingga Jakarta. Namun, intensitas banjir yang tinggi menyebabkan sebanyak 46 jaringan kantor mengalami gangguan serius dan harus sementara waktu menghentikan operasional demi menjaga keselamatan aset dan karyawan.
Direktur Utama Bank Aceh, Fadhil Ilyas, menegaskan bahwa keselamatan tim dan pemulihan layanan menjadi prioritas utama saat bencana melanda. “Kami memahami bahwa akses terhadap layanan keuangan sangat krusial, apalagi saat masyarakat sedang berjuang memulihkan diri dari dampak bencana,” ujar Fadhil.
Tim Task Force Percepatan Pemulihan Operasional Kantor
Untuk merespons situasi tersebut, Direksi Bank Aceh membentuk Tim Task Force Percepatan Pemulihan Operasional Kantor. Tim khusus ini telah bekerja secara masif sejak Rabu, 27 November 2025, untuk menyisir lokasi-lokasi yang terdampak banjir dan melakukan perbaikan.
Hasil kerja keras tim pemulihan membuahkan hasil positif. Dalam waktu singkat, sebanyak 42 jaringan kantor yang sebelumnya lumpuh kini telah aktif kembali. Wilayah yang sudah pulih meliputi Sigli, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Idi, Takengon, Bener Meriah, serta Blangkejeren, termasuk seluruh Kantor Cabang Pembantu di bawahnya.
“Alhamdulillah, ini kabar baik. Masyarakat di wilayah tersebut sudah bisa kembali melakukan transaksi seperti penarikan tunai, pengiriman uang, hingga penyaluran dana bantuan,” jelas Fadhil.
Target Pulih 100 Persen
Saat ini, fokus pemulihan tertuju pada 4 (empat) jaringan kantor tersisa di wilayah Aceh Tamiang/Kualasimpang yang masih memerlukan penanganan ekstra. Bank Aceh menargetkan seluruh jaringan kantor akan kembali beroperasi normal 100% pada Senin, 8 Desember 2025.
Fadhil menambahkan bahwa upaya ini bukan sekadar soal operasional mesin ATM, melainkan bentuk tanggung jawab sosial kepada nasabah. “Kami berbicara tentang keberpihakan kepada masyarakat yang sedang berjuang,” tuturnya.
Layanan Digital Tetap Siaga
Meskipun pemulihan fisik terus dilakukan, Bank Aceh mengimbau nasabah untuk memanfaatkan layanan digital. Aplikasi Action Mobile Banking Bank Aceh tetap beroperasi penuh 24 jam untuk mendukung kebutuhan transaksi nasabah tanpa harus keluar rumah.
Selain itu, Bank Aceh juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan yang telah mendukung proses pemulihan ini demi bangkitnya kembali Aceh yang tangguh.

Tinggalkan Balasan