Kasus Pembunuhan Ibu Kandung oleh Anak di Medan, Sosok Ayah Terduga Pelaku Jadi Sorotan

Kasus pembunuhan seorang ibu kandung oleh anaknya yang masih duduk di bangku kelas 6 SD mengejutkan masyarakat Medan. Peristiwa ini terjadi di rumah korban, Faizah Soraya (42 tahun), yang ditemukan tewas bersimbah darah di kamar tidurnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara. Korban diduga ditusuk sebanyak 20 kali oleh putrinya, SAS (12 tahun), menggunakan pisau dapur.

SAS, yang masih berusia 12 tahun, merupakan anak bungsu dari pasangan Alham Wumala Siagian dan Faizah Soraya. Kejadian tragis ini terjadi pada Rabu (10/11/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, anak pertama korban menemukan ibunya dalam kondisi tidak sadarkan diri dan langsung berteriak histeris. Pihak keluarga kemudian memanggil warga setempat untuk membantu.

Sebelum kejadian, korban dan kedua anaknya tidur di kamar lantai bawah. Sementara ayah korban, Alham, tidur di kamar lantai dua. Hal ini menjadi salah satu poin yang menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, saat kejadian, Alham tidak ada di kamar tempat korban tidur. Setelah mengetahui istrinya dalam keadaan kritis, ia langsung meminta bantuan warga dan menghubungi pihak rumah sakit serta polisi.

Motif Pembunuhan yang Mencurigakan

Menurut keterangan ayah terduga pelaku, SAS kesal karena sang ibu memarahi kakaknya. Motif ini dinilai janggal oleh sebagian masyarakat. Beberapa orang mulai meragukan cerita yang disampaikan oleh Alham. Di media sosial, banyak netizen menyebut bahwa motif pembunuhan tersebut tidak logis dan memicu keraguan terhadap kebenaran informasi yang diberikan oleh ayah korban.

Beberapa netizen bahkan meminta kepolisian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Alham. Mereka mencurigai bahwa suami korban bisa saja terlibat dalam kasus ini. Beberapa komentar di media sosial antara lain:

  • “Periksa suaminya.”
  • “Aku curiga sama bapaknya.”
  • “Periksa bapakknya!”
  • “Banyak yang curiga pelakunya adalah suami korban, karena tetangga sering mendengar mereka cekcok.”
  • “Orang bapaknya juga di situ masa iya, anak cewek usia 12 th bisa ngrbunuh sampe beberapa tusukan di luar Nurul, yg perlu di curigai ya bapaknya.”

Kehidupan Keluarga yang Tampak Mewah

Dari akun media sosial Faizah Soraya, tampak kehidupan keluarga kecil ini cukup mewah. Faizah sering membagikan foto-foto liburan ke luar negeri bersama anak-anaknya. Namun, tidak pernah ada postingan yang menunjukkan kehadiran suaminya, Alham. Bahkan, di hari-hari penting seperti ulang tahun anak atau acara keluarga besar, Alham tidak pernah muncul dalam foto-foto tersebut.

Menurut beberapa pengguna TikTok, Alham disebut-sebut memiliki pekerjaan yang mentereng. Ia dikabarkan bekerja di Telkomsel Gaharu Kota Madya Medan. Meski demikian, informasi ini belum terkonfirmasi secara resmi.

Penanganan oleh Pihak Berwajib

Setelah kejadian, SAS dibawa ke Polsek Medan Sunggal sambil didampingi oleh ayahnya. Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan bahwa SAS kini sedang menjalani pemeriksaan intensif. “Sudah dibawa ke Polrestabes Medan,” kata Bayu Putro. “Kini masih proses pendalaman.”

Selain itu, pihak kepolisian juga akan memeriksa Alham sebagai tersangka tambahan. Mereka akan mempertanyakan keberadaan dan peran ayah korban dalam kejadian ini. Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus ini.

Kesimpulan

Kasus pembunuhan ibu kandung oleh anak di Medan ini tidak hanya menggemparkan masyarakat, tetapi juga menimbulkan banyak pertanyaan. Motif yang diberikan oleh ayah korban dinilai tidak masuk akal, sehingga membuat publik curiga. Selain itu, kehidupan keluarga yang tampak mewah namun jarang terlihat di media sosial juga menambah misteri. Dengan adanya dugaan keterlibatan ayah korban, pihak berwajib harus segera melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam agar kebenaran dapat terungkap.