Soal dan Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 7 Halaman 93 Kurikulum Merdeka

Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 7, siswa sering kali diberikan berbagai tugas untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap berbagai jenis teks. Salah satu materi yang sering dibahas adalah teks prosedur. Pada halaman 93 Kurikulum Merdeka, terdapat lima soal yang menguji kemampuan siswa dalam memahami struktur teks serta ciri-ciri kalimat perintah dan ajakan.

Berikut adalah soal-soal beserta jawaban yang bisa menjadi referensi bagi siswa maupun guru dalam memahami konsep-konsep tersebut.


1. Apakah Terdapat Kalimat Perintah, Ajakan, atau Imbauan dalam Kutipan Cerita?

Siswa diminta untuk mencari dan menuliskan kalimat perintah, ajakan, atau imbauan dalam kutipan cerita yang diberikan.

Jawaban:
Kalimat perintah:

“Sekarang, tolong bantu ambil air dengan ember.”

“Nah, kita sudah bisa menyiapkan proses pembibitan. Tolong ambilkan karung bibitnya.”
Kalimat ajakan/imbauan:

“Kalian perhatikan baik-baik, inilah cara menyortir bibit paling klasik paling tua. Sebagian besar biji kopi akan tenggelam, sebagian lagi terapung. Biji-biji kopi yang terapung harus dibuang. Juga biji kopi yang ukurannya terlalu besar, terlalu kecil, tidak seragam, dibuang. Itu bukan bibit yang baik.”


2. Apa yang Membuat Kalimat-Kalimat Tersebut Unik?

Siswa ditanya apakah ada sesuatu yang unik pada kalimat-kalimat yang telah mereka catat.

Jawaban:
Kalimat perintah dan ajakan dalam novel tersebut unik karena dikatakan langsung oleh seorang tokoh kepada tokoh lain. Hal ini menunjukkan bahwa teks tersebut menggunakan dialog sebagai bentuk komunikasi antar tokoh, sehingga memberikan nuansa yang lebih hidup dan realistis.


3. Apa Saja Keterangan yang Terdapat dalam Kutipan Cerita?

Soal ini menanyakan tentang keterangan-keterangan yang muncul dalam kutipan cerita.

Jawaban:
Beberapa keterangan yang terdapat dalam kutipan cerita antara lain:
– “Kita membutuhkan semua buahnya untuk memperoleh dua ribu bibit yang baik.”
– Paman Unus menyuruh aku, Maya, Norris, dan Tambusai menginjak injak agar kulit buah kopi terkelupas tetapi kulit tanduk tidak sampai lepas.
– Juha dan Pendi segera menaambil air dari kalam. mengisi dua ember penuh-penuh.


4. Apakah Kutipan Cerita Memuat Tahapan Proses yang Jelas?

Siswa diminta mengevaluasi apakah kutipan cerita tersebut memiliki tahapan prosedur yang jelas untuk membuat kultur jaringan.

Jawaban:
Menurut saya, kutipan di atas memuat tahapan prosedur yang jelas untuk membuat kultur jaringan. Meskipun tidak disebut secara eksplisit, langkah-langkah yang diberikan seperti pengambilan air, penginjakan buah, dan penyortiran biji menunjukkan adanya urutan yang logis dalam proses tersebut.


5. Apakah Membuat Kultur Jaringan Mudah atau Sulit?

Pertanyaan terakhir ini meminta siswa memberikan pendapat mereka tentang tingkat kesulitan dalam membuat kultur jaringan.

Jawaban:
Menurut saya, membuat sebuah kultur jaringan ternyata mudah, karena prosesnya yang sederhana dan mudah dilakukan. Langkah-langkah yang diberikan dalam kutipan cerita cukup jelas dan dapat dipahami oleh siapa pun yang ingin mencoba melakukannya.


Kesimpulan

Melalui latihan ini, siswa tidak hanya belajar mengenali ciri-ciri kalimat perintah dan ajakan, tetapi juga memahami struktur teks prosedur serta bagaimana proses-proses tertentu dapat dijelaskan secara sistematis. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam berbagai situasi pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.