PR GARUT –

Kondisi tanah yang tidak stabil menyebabkan terjadinya longsor saat hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut pada Kamis 25 Desember 2025 malam. Peristiwa ini terjadi di daerah tebing yang berada tepat di atas permukiman warga. Akibatnya, tanah longsor menimpa rumah warga yang berada di bawahnya.

Menurut informasi yang diperoleh, rumah yang tertimpa longsoran tanah tersebut dihuni oleh lebih dari satu kepala keluarga. Setelah menerima laporan adanya kejadian tersebut, Polsek Cilawu Polres Garut segera melakukan pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Material tanah longsor yang menimpa satu unit rumah warga terjadi sekitar pukul 16.50 WIB. Kapolsek Cilawu AKP Rd. Hasan Sadikin menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi di Kampung Genteng RT 01 RW 08 Desa Margalaksana, Kecamatan Cilawu.

“Tanah longsor menimpa satu unit rumah permanen berukuran 4 x 7 meter milik Ajun Junaedi,” ujarnya, Jumat 26 Desember 2025.

Rumah tersebut dihuni oleh tiga kepala keluarga dengan total 11 orang yang tinggal di dalamnya. Dampak dari kejadian ini cukup parah, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta rupiah.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, terdapat satu orang yang mengalami luka berat dan tiga orang lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban luka langsung dievakuasi dan dibawa ke Klinik Ahsan Desa Kolot untuk mendapatkan penanganan medis.

Selain itu, pihak kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan beberapa langkah penanganan, seperti pengecekan TKP, pendataan korban, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait guna memastikan proses penanganan berjalan optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan. Hal ini dilakukan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi menyebabkan terjadinya tanah longsor.

Beberapa langkah pencegahan dan mitigasi bencana harus terus dilakukan, terutama di daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan siap siaga jika terjadi kondisi darurat.

Selain itu, penting bagi pemerintah setempat untuk terus memperkuat sistem peringatan dini dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Penguatan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan juga menjadi faktor penting dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak dalam membangun kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana. Dengan demikian, potensi bahaya bisa diminimalkan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.