Pelarian Ganda Nainggolan Berakhir dalam 10 Hari
Pelarian Ganda Nainggolan, pelaku pembunuhan Melky Peranginangin, berakhir setelah berlangsung selama 10 hari. Selama masa pelariannya, Ganda mengaku pernah melakukan perjalanan ke beberapa wilayah, mulai dari Kabupaten Karo hingga ke luar wilayah tersebut.
Pada konferensi pers yang digelar di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Jumat (3/10), Ganda menceritakan pengalamannya selama melarikan diri. Ia mengatakan bahwa setelah mencoba kabur, ia tidak lagi merasa tenang. Menurutnya, tempat terakhir yang ia kunjungi sebelum menyerahkan diri adalah kawasan Balige, Kabupaten Toba.
“Saya terakhir di Balige, setelah itu saya enggak tenang. Terus dari Balige saya langsung ke Polres Karo menyerahkan diri,” ujar Ganda.
Berdasarkan informasi dari Kasat Reskrim Polres Tanah Karo, AKP Eriks Nainggolan, selama proses pelariannya, Ganda memiliki dana yang berasal dari hasil penjualan perhiasan milik korban. Ia menjelaskan bahwa uang yang tersisa saat ini sebesar Rp 12.221.000 digunakan oleh pelaku untuk menginap di berbagai wilayah selama masa pelariannya.
“Jadi dari hasil penjualan perhiasan korban, digunakan pelaku untuk melarikan diri. Dia mengaku selalu berpindah-pindah hotel,” ujar Eriks.
Ganda juga mengonfirmasi hal tersebut, dengan mengatakan bahwa ia bisa berpindah-pindah tempat menginap dalam satu malam sekitar tiga hingga empat kali.
“Iya Pak, satu malam bisa tiga sampai empat kali pindah,” kata Ganda.
Ketika menyerahkan diri ke Mapolres Tanah Karo pada Jumat (26/9) lalu, Ganda datang sendirian dengan mengendarai sepeda motor miliknya. Setelah mengakui perbuatannya kepada petugas piket, ia selanjutnya diserahkan ke Satreskrim untuk dilakukan pemeriksaan secara mendalam.
Proses Penangkapan dan Pemeriksaan
Setelah menyerahkan diri, Ganda langsung ditangani oleh tim penyidik dari Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Tanah Karo. Dalam pemeriksaan awal, ia mengakui perannya dalam aksi pembunuhan yang dilakukannya. Hal ini menjadi langkah penting dalam proses penyidikan kasus tersebut.
Selain itu, pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa Ganda sempat melakukan perpindahan tempat tinggal secara cepat dan sering. Hal ini memperlihatkan bahwa ia berusaha menghindari pengejaran dari aparat kepolisian. Namun, akhirnya ia memilih untuk menyerahkan diri setelah merasa tidak aman dan tidak nyaman.
Pengakuan dan Kesadaran Pelaku
Dalam kesempatan tersebut, Ganda juga menyampaikan rasa penyesalannya atas perbuatan yang telah ia lakukan. Meskipun begitu, ia tetap mengakui bahwa ia memang merupakan pelaku utama dalam pembunuhan Melky Peranginangin. Pengakuan ini menjadi salah satu bukti penting dalam proses penyidikan dan penuntutan di kemudian hari.
Selain itu, Ganda juga mengungkapkan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk melarikan diri lagi setelah menyerahkan diri. Ia menyatakan siap menghadapi konsekuensi dari tindakannya dan bersedia mengikuti proses hukum yang berlaku.
Tindakan Lanjutan dari Pihak Kepolisian
Setelah pemeriksaan awal, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait motif dan alur kejadian pembunuhan tersebut. Mereka juga akan meminta keterangan dari saksi-saksi yang terlibat dalam kasus ini.
Selain itu, polisi juga akan mengecek kembali semua barang bukti yang ada, termasuk perhiasan yang sempat dijual oleh Ganda. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua fakta terungkap dan dapat dipertanggungjawabkan.

Tinggalkan Balasan