Nasional

8 Karyawan Telkomsel Tertembak Hingga Tewas Oleh Organisasi Papua Merdeka

Aksaraintimes- Organisasi Papua Merdeka (disingkat OPM) adalah sebuah organisasi terlarang yang didirikan pada tahun 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat yang saat ini di Indonesia, yang sebelumnya dikenal sebagai Irian Jaya dan untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat disebut juga TPNPB mengaku bertanggung jawab atas penembakan yang terjadi di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Puncak, Papua, pada Rabu, 2 Maret 2022 pukul 13.00 WIB. Penembakan itu menyebabkan 8 karyawan PT Palapa Timur Telematika (PTT) tewas.

Tidak ada alasan yang membenarkan keberadaan warga sipil di wilayah tersebut. Karena, kata dia, TPNPB sudah mengumumkan dan meminta warga sipil segera meninggalkan wilayah perang. OPM mengeluarkan peringatan keras bahwa semua orang imigran segera meninggalkan wilayah perang.

Baca juga: TNI AL Kerahkan 2 Kapal Perang Dalam Latihan Tempur Sebagai Antisipasi Keseiapsiagaan rajurit

Alasan TPNPB bertanggung jawab penuh atas penembakan ini. “Karena perintah perang telah diumumkan oleh Komandan Operasi Umum TPNPB Mayor Jenderal Lekagak Telenggen pada 2017 Di Jambi, Puncak Jaya, Papua,”

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Aqsha Erlangga sebelumnya menyatakan terjadi penembakan terhadap karyawan PT Palapa Timur Telematika yang sedang memperbaiki Tower Base Transceiver Station 3 Telkomsel di Kampung Kago.

Korban yang meninggal dunia yakni berinisial B, R, BN, BT, J, E, S dan PD. Seluruh korban masih berada di TKP yakni di Tower Base Transceiver Station (BTS) 3 Telkomsel dan belum bisa dilakukan evakuasi dikarenakan terkendala cuaca. “TKP hanya bisa dijangkau melalui udara dan pihak PTT belum bisa mengevakuasi karena terkendala cuaca,”

Baca Juga: Jadi Trending, Berikut Kronologi Lengkap Meninggalnya Aktris Thailand Tangmo Nida

Direncanakan akan dilaksanakan evakuasi korban selamat dan meninggal dunia oleh PT PTT yang berada di Tower BTS 3 Telkomsel Wilayah Beoga pada keesokan hari.

“Kemungkinan dari Polda Papua dan juga perbantuan dari Kodam XVII/Cenderawasih bersama akan membantu evakuasi serta sudah barang tentu Polda Papua akan mencari pelaku pembunuh karena ini adalah kejahatan kriminal luar biasa,”

Share
Penulis: