Pemkab Madiun Perkuat Skrining Tuberkulosis dengan Berbagai Metode
Pemerintah Kabupaten Madiun terus memperkuat upaya deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TBC). Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat melakukan berbagai metode skrining, seperti foto rontgen dan Tes Cepat Molekuler (TCM) melalui sampel dahak. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pemasangan fasilitas TCM di beberapa faskes yang ada di Kampung Pesilat.
Beberapa faskes yang telah dilengkapi fasilitas TCM antara lain:
- RSUD Dolopo
- RSUD Caruban
- RSUD Dungus
- Puskesmas Balerejo
- Puskesmas Madiun
- Puskesmas Sumbersari
- Puskesmas Gandrung
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, menjelaskan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap gejala-gejala TBC. Meski sebelumnya TBC dianggap sebagai penyakit yang ditandai oleh batuk lebih dari dua minggu, kini proses skrining tidak lagi memerlukan waktu yang lama.
Gejala TBC yang perlu diwaspadai meliputi:
- Batuk
- Demam
- Berkeringat dingin di malam hari
- Penurunan berat badan
- Nafsu makan berkurang
Agung menegaskan bahwa gejala ini berlaku untuk semua usia, baik dewasa maupun anak-anak. Individu yang menunjukkan gejala tersebut akan segera di-skrining untuk memastikan apakah mereka benar-benar terinfeksi TBC atau tidak.
Untuk memperkuat diagnosis, Dinkes Kabupaten Madiun menggunakan beberapa metode, termasuk foto rontgen dan TCM melalui sampel dahak. Agung menyampaikan bahwa TCM merupakan metode yang tepat dalam mendiagnosis TBC.
“Metode TCM melalui sampel dahak sangat efektif dalam mendiagnosis TBC,” ujarnya. “Orang yang memiliki gejala batuk, kita suruh mengambil sampel dahak pada pagi hari dan saat tertentu. Ada dua sampel yang kita ambil nanti.”
Sampel dahak tersebut kemudian akan diperiksa di faskes yang memiliki fasilitas TCM. Hal ini menjadi bagian penting dalam memastikan keakuratan diagnosis dan penanganan dini terhadap penyakit TBC.
Dengan adanya fasilitas TCM di berbagai faskes, masyarakat di Kabupaten Madiun kini memiliki akses yang lebih mudah dalam melakukan skrining TBC. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat bagi penderita TBC.
Selain itu, Dinkes juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang gejala-gejala TBC serta cara pencegahan yang efektif. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, harapan besar dipegang untuk mengurangi angka penderita TBC di wilayah Kabupaten Madiun.

