Kebijakan Ketat terhadap Kembang Api dan Petasan di Kota Bandung
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas warga yang nekat menjual atau menyalakan kembang api dan petasan. Dia mengancam akan memberikan sanksi tindak pidana ringan (tipiring) kepada pelaku.
“Yang pasti kembang api dan petasan itu enggak boleh. Kita akan keliling mulai besok,” ujar Farhan usai menghadiri acara doa lintas agama bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Pendopo Kota Bandung, Selasa 30 Desember 2025. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Bandung.
Farhan menyatakan bahwa warga yang tertangkap menjual atau menyalakan kembang api akan diberi sanksi tipiring. Tidak hanya di titik-titik keramaian yang terdapat di 17 ruas jalan di Kota Bandung, tetapi juga di tingkat kewilayahan, terutama di kecamatan-kecamatan.
“Kan suka bikin acara seperti di Ujungberung, di alun-alun juga ada. Yang paling penting adalah, satu, jangan main kembang api, jangan main petasan, karena sudah diminta untuk menunjukkan empati kepada saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah di Sumatra,” katanya.
Selain itu, Farhan juga mengimbau kepada masyarakat yang merayakan malam tahun baru dengan membawa kendaraan untuk tidak lupa mengunci ganda. “Parkir jangan menghalangi jalan, jangan parkir di tempat yang terlarang,” katanya. Dia menekankan bahwa Pemkot Bandung bersama Forkopimda akan menertibkan parkir liar. “Juga masalah kerawanan, karena kan kita tahu juga salah satunya di Progo itu ada yang pecah kaca segala macam, itu akan kami tangani satu-satu,” ujarnya.
Penjagaan di Jembatan Pasupati
Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, menyatakan bahwa pihaknya akan menyiagakan personel di Jembatan Pasupati. Kepolisian, kata dia, juga akan memantau situasi di Jembatan Pasupati saat malam tahun baru untuk melakukan tindakan jika diperlukan.
“Sementara belum (ada rencana penutupan di Jembatan Pasupati). Nanti kami lihat, menyesuaikan saja. Tetap kami jaga, anggota nanti disebar di sana. Kalau kira-kira padat, baru kami alihkan,” katanya.
Imbauan Gubernur Jabar
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengimbau masyarakat untuk tidak berpesta kembang api, serta memanfaatkan momentum pergantian tahun dengan kegiatan positif dan penuh kebersamaan. Salah satu agenda yang digelar Pemprov Jabar adalah doa bersama untuk Aceh di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate.
“Tahun baru ada doa bersama untuk Aceh. Doanya di masjid Gedung Sate,” ujar Dedi Mulyadi, Selasa 30 Desember 2025.
Selain doa bersama, Dedi menegaskan pentingnya menahan euforia berlebihan, khususnya pesta kembang api yang kerap menimbulkan persoalan keamanan dan ketertiban. “Saya menghimbau pada semuanya untuk tidak berpesta kembang api. Manfaatkan liburan tahun baru untuk berbahagia,” katanya.
Larangan Keras dari Kapolda Jabar
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, secara tegas mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan malam pergantian tahun dengan euforia berlebihan. Rudi tegas melarang pesta kembang api maupun petasan.
“Bisa saya sampaikan di sini, pada saat ini Indonesia dalam keadaan prihatin. Karena sebagian dari masyarakat kita, khususnya yang berdomisili di Ujung Sumatra, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sedang mengalami musibah,” ujar Rudi.
Menurut Rudi, kondisi di wilayah terdampak bencana sangat memprihatinkan. Upaya pemulihan (recovery) dan perbaikan masih terus dilakukan. Karenanya sebagai bentuk empati dan solidaritas sesama, Rudi meminta masyarakat Jawa Barat untuk menahan diri dari hingar bingar perayaan.
Persiapan di Kabupaten Bandung
Di Kabupaten Bandung, sebanyak 105 personel Satpol PP Kabupaten Bandung disiagakan di titik-titik keramaian saat malam pergantian tahun. Kepala Satpol PP Kabupaten Bandung, Uwais Qorni, menyampaikan bahwa aktivitas dan mobilitas masyarakat meningkat saat momen libur Nataru. Sebanyak 105 personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mencegah gangguan ketertiban umum.
“Kami telah membentuk tujuh tim siaga pengamanan Nataru, dengan total 105 personel. Aktivitas maupun mobilitas masyarakat biasanya meningkat pada masa seperti libur Nataru. Hal itu memerlukan kesiapsiagaan aparat dan pola pengamanan terencana untuk mengantisipasi dini risiko gangguan ketertiban umum,” ucap Uwais, Selasa 30 Desember 2025.
Perihal titik kerawanan, Uwais mengatakan di antaranya di pusat perbelanjaan, objek wisata, jalur lalu lintas utama. Pihaknya mengaku menempatkan jumlah personel atau plotting secara proporsional pada titik-titik tersebut.

