
Teh herbal hangat tidak hanya memberikan rasa tenang dan meningkatkan energi, tetapi juga dinilai mampu membantu tubuh lebih kuat menghadapi paparan polusi udara yang semakin meningkat di berbagai kota besar. Kandungan alami dalam teh herbal disebut mampu mengurangi efek stres oksidatif yang timbul akibat udara tercemar.
Menurut pendapat seorang ahli gizi senior dari Rumah Sakit Superspesialti Dharamshila Narayana di Delhi, Payal Sharma, teh herbal dapat menjadi pilihan ideal bagi masyarakat yang ingin mengganti minuman berbahan dasar susu seperti teh chai. Ia menegaskan bahwa teh herbal merupakan pengganti yang bermanfaat untuk teh chai tradisional berbahan dasar susu. Kaya akan antioksidan dan senyawa tumbuhan, teh herbal ini dapat membantu mengurangi peradangan dan mendukung detoksifikasi, yang keduanya penting ketika tubuh terpapar udara yang tercemar.
Manfaat Teh Herbal dalam Menghadapi Polusi
Teh herbal telah lama dikenal karena khasiatnya yang menyehatkan dan bebas kafein. Kandungan antioksidan di dalamnya berperan penting dalam melawan stres oksidatif, kondisi yang sering terjadi ketika tubuh terpapar polusi secara terus-menerus. Proses ini terjadi karena radikal bebas meningkat akibat polutan dari udara.
Dengan menetralkan radikal bebas tersebut, teh herbal membantu tubuh meredakan stres akibat polusi, menjaga kesehatan paru-paru, memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan vitalitas secara keseluruhan. Hal ini menjadikannya bagian penting dalam rutinitas kesehatan harian, terutama pada musim polusi.
Empat Teh Herbal yang Direkomendasikan Ahli Gizi
Ahli gizi Payal Sharma menyebut ada empat jenis teh herbal yang efektif dikonsumsi untuk menjaga energi dan kesehatan selama periode polusi tinggi.
-
Teh Tulsi
Teh tulsi disebut sebagai salah satu pilihan paling efektif. Kandungan antioksidannya yang tinggi membuatnya mampu menetralkan radikal bebas akibat polutan. Selain itu, teh tulsi mendukung fungsi paru-paru dan meningkatkan respons imun. Kombinasi manfaat tersebut membuat teh tulsi sangat relevan dikonsumsi selama periode kabut asap atau kualitas udara yang buruk. -
Teh Jahe
Teh jahe mengandung gingerol, senyawa alami dengan sifat anti-inflamasi dan antimikroba. Konsumsi rutin teh jahe dapat meredakan ketidaknyamanan pernapasan dengan membantu membersihkan lendir, menenangkan tenggorokan, serta melapangkan saluran pernapasan. -
Teh Pepermin
Teh pepermin memberikan efek pendinginan dan memiliki sifat dekongestan yang membantu melegakan hidung tersumbat atau dada yang terasa berat akibat polusi. Selain baik untuk sistem pernapasan, teh ini juga mendukung kesehatan pencernaan yang sering terganggu saat tubuh berada dalam tekanan lingkungan. -
Teh Hijau
Teh hijau dikenal kaya polifenol dan berfungsi mengurangi stres oksidatif serta mendukung kerja hati. Fungsi detoksifikasi alami teh hijau membantu tubuh membuang polutan lebih efektif, sehingga banyak direkomendasikan sebagai minuman harian.
Pelengkap, Bukan Pengganti Perlindungan Utama
Meski bermanfaat, Sharma menegaskan bahwa teh herbal bukanlah perlindungan mutlak dari polusi. Minuman ini hanya dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara lebih komprehensif. Menjaga asupan air, menggunakan masker, memantau kualitas udara, dan membatasi aktivitas luar ruang saat polusi tinggi tetap menjadi langkah utama yang disarankan.
Dengan memasukkan teh herbal ke dalam rutinitas harian, masyarakat dapat memperoleh tambahan perlindungan alami dan meningkatkan daya tahan tubuh, terutama di tengah kondisi udara yang semakin tidak menentu.

