Site icon Aksaraintimes.id

Sensus Ekonomi 2026 Tidak Berkaitan Pajak, Ini Pesan Kepala BPS Jateng untuk Pengusaha

Sensus Ekonomi 2026: Tujuan dan Proses yang Harus Diketahui

Sensus Ekonomi 2026 yang akan digelar pada bulan Juni hingga Juli 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tidak memiliki kaitan dengan pajak. Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Jawa Tengah, Ir Endang Tri Wahyuningsih MM, saat menyampaikan sosialisasi mengenai Sensus Ekonomi 2026 kepada sejumlah awak media di Hariss Hotel Semarang, Kamis (30/10/2025) sore.

Endang mengatakan bahwa tujuan utama dari Sensus Ekonomi 2026 adalah untuk memantau perkembangan ekonomi secara riil. Untuk itu, ia mengimbau seluruh pengusaha di Jawa Tengah agar jujur dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh petugas sensus.

“Masih sekitar delapan hingga sembilan bulan lagi. Saya minta para pengusaha jujur saat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para petugas sensus. Sebab, tujuan kegiatan sepuluh tahunan ini untuk memantau perkembangan ekonomi secara riil,” ujarnya.

Mempetakan Potensi Ekonomi

Sensus Ekonomi 2026 bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi dan karakteristik usaha di luar sektor pertanian secara menyeluruh, mencakup skala mikro hingga besar. Di era digital ini, salah satu sasaran utama Sensus Ekonomi 2026 adalah sektor jasa dan perdagangan berbasis digital atau bisnis online yang semakin berkembang.

Endang menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 akan mendata semua pelaku usaha. Ia meminta seluruh pengusaha mikro-makro untuk jujur menjawab pertanyaan-pertanyaan petugas sensus, karena data pribadi seluruh sasaran sensus akan dilindungi. Jawaban yang jujur sangat penting untuk mengupdate kondisi saat ini.

Indikator Baru: Digitalisasi Ekonomi

Menurut Endang, digitalisasi ekonomi menjadi indikator baru yang akan ditangkap dalam Sensus Ekonomi 2026. Hal ini dikarenakan tren penjualan online belum tercakup dalam Sensus Ekonomi 2016, karena pada masa itu bisnis online belum marak.

Pada Sensus Ekonomi 2016 tercatat 40,1 juta unit usaha di Jawa Tengah. Di Sensus Ekonomi 2026 nanti diprediksi jumlah tersebut telah mengalami perubahan signifikan, terutama di sektor usaha mikro dan kecil yang sangat rentan terhadap dinamika ekonomi.

“Contohnya, karena permintaan pasar dan perkembangan zaman, usaha yang dulunya industri menjadi usaha perdagangan. Pada Sensus Ekonomi 2016 dulu tidak ada digitalisasi ekonomi, maksudnya, sekarang pedagang besar-kecil, usaha mikro-makro berbasis online. Kalaupun ada yang bertahan secara tradisional atau offline, namun penjualan secara daring lebih besar persentasenya.”

Proses Sensus Ekonomi 2026

Endang menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 tahun depan akan dilakukan secara door to door oleh petugas lapangan yang akan direkrut pada awal tahun 2026. Secara nasional, jumlah petugas diperkirakan mencapai lebih dari 180.000 orang, namun jumlah alokasi petugas di Jawa Tengah masih menunggu hasil pre-list usaha yang akan dikumpulkan hingga Bulan Desember 2025.

Seluruh proses pendataan akan berbasis aplikasi digital, dan masyarakat dapat mengakses informasi melalui laman resmi BPS di masing-masing kabupaten/kota.

Exit mobile version