Ramadhan atau Ramadan? Apakah Penulisanmu Sudah Benar? Simak Penjelasannya Disini!

Aksaraintimes.id – Bulan Puasa Ramadan merupakan bulan yang sangat ditunggu-tunggu bagi orang islam. Namun, banyak orang yang  masih memperdebatkan penulisan mana yang benar, Ramdhan atau Ramadan?

Bulan Ramadan merupakan bulan ke sembilan pada penanggalan Hijriyah dimana umat islam diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Bulan Ramadan memang menjadi bulan yang sangat ditunggu-tunggu bagi orang Islam. Namun terlepas dari itu, masih banyak orang yang masih mempertanyakan tentang penulisan mana yang benar antara Ramadhan atau Ramadan. Untuk itu, Mari kita bahas disini!

Baca Juga: Rezeki Bulan Ramadhan, Ustadz Adi Hidayat: Kerjakan 3 Amalan Ini, Rezeki Mengalir Deras

Ramadhan VS Ramadan

Kata “Ramadhan” berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab yakni رَمَضَانُ . Dalam proses transliterasi (pengubahan dalam suatu aksara ke dalam aksara lain) huruf ض memang diubah ke dalam aksara latin bahasa Indonesia menjadi DH sehingga menulis رَمَضَانُ menjadi “Ramadhan” adalah tepat.

Namun, Bahasa Indonesia juga telah menyerap kata رَمَضَانُ dan telah menginputnya ke dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) menjadi “Ramadan”. Hal ini dikarenakan dalam bahasa Indonesia tidak mengenal konsonan rangkap dh, sehingga disesuaikan menjadi bunyi huruf yang telah ada.

Apa itu Transliterasi dan Kata Serapan?

Transliterasi adalah suatu proses mengalihkan suatu aksara ke dalam aksara lain. Aksara yang kita pakai di Indonesia adalah aksara Alfabet Latin diamana memiliki 26 huruf. Huruf yang dipakai dalam bahasa Arab adalah huru Hijaiyah dimana merupakan suatu hal yang berbeda dengan aksara latin.

Sehingga untuk mengubah suatu kata dari suatu bahasa yang tidak menggunakan aksara latin menjadi aksara latin tentu diperlukan proses transliterasi. Dengan kata lain, transliterasi adalah melatinkan aksara lain.

Sedangkan kata serapan merupakan kata yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia, sehingga kata serapan sudah menjadi kata baku dalam bahasa Indonesia. Dalam proses penyerapan kata biasanya memang disesuaikan dengan pelafalan dan ejaan yang ada dalam bahasa Indonesia, seperti pharmacy menjadi farmasi, active menjadi aktif dan masih banyak lagi.

Panduan transliterasi huruf Hijaiya menjadi huruf latin Bahasa Indonesia sesuai aturan Kemanag RI

No Huruf hijaiyah Cara Membaca Transliterasi Latin
1. ا Alif Tidak ada lambang
2. ب Ba’ B
3. ت Ta’ T
4. ث Tsa’ TS
5. ج Jim J
6. ح Ha’ H
7. خ Kha’ KH
8. د Dal D
9. ذ Dzal Dz
10. ر Ra’ R
11. ز Za’ Z
12. س Sin S
13. ش Syin SY
14. ص Shad SH
15. ض Dhad DH
16. ط Tha’ TH
17. ظ Zha’ ZH
18. ع ‘Ain Huruf vokal dengan tanda petik (‘a, ‘i, ‘u)
19. غ Ghain GH
20. ف Fa’ F
21. ق Qaf Q
22. ك Kaf K
23. ل Lam L
24. م Mim M
25. ن Nun N
26. و Waw W
27. ه Ha’ H
28. ء Hamzah Huruf vokal yang ditambah dengan tanda petik (a’, i’, u’)
29. ي Ya’ Y

 

Mana yang benar, Ramadhan atau Ramadhan?

Baik “Ramadhan” ataupun “Ramadan” adalah keduanya benar. Jika Anda ingin menuliskan sesuai dengan bacaan dalam bahasa Arab, maka memuliskan Ramadhan adalah tepat. Namun perlu diingat bahwa “Ramadhan” bukan merupakan kata Bahasa Indonesia yang baku, sehingga jika ingin menggunakan dalam penulisan yang formal perlu dimiringkan.

Baca Juga: Aplikasi Bermanfaat Penunjang Ibadah di Bulan Ramadhan

Sedangkan “Ramadan” adalah kata yang baku  dan sudah bukan kata berbahasa Arab lagi. Sehingga jika ingin menggunakannya dalam konteks penulisan formal, tidak perlu dimiringkan.

Berikut diatas merupakan ulasan mengenai kata Ramadhan dan Ramadan. Semoga bisa menjadi manfaat bagi Anda. Terimaksih.