Sosok Kapolda Riau yang Menjadi Sorotan
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan, menjadi sorotan setelah mengambil tindakan tegas terhadap dua anggota polisi di Polsek Panipahan. Tindakan tersebut dilakukan setelah warga melakukan aksi pembakaran terhadap sebuah rumah yang diduga milik bandar narkoba. Aksi ini menimbulkan kemarahan masyarakat yang merasa aparat hukum lambat dalam menangani kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Aksi pembakaran terjadi di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. Warga memilih untuk bertindak sendiri karena kecewa dengan penanganan kasus narkoba oleh aparat. Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab institusi dan evaluasi menyeluruh atas kegagalan menjaga stabilitas keamanan.
Penyebab dan Peristiwa Pembakaran
Peristiwa ini bermula dari ratusan warga yang menggeruduk sebuah rumah permanen yang disebut sebagai tempat peredaran narkoba. Dalam video yang viral di media sosial, warga melempar rumah dan mendobrak gerbang masuk. Mereka juga merusak 4 sepeda motor dan membakar barang-barang di dalam rumah. Aksi ini menunjukkan emosi yang sangat tinggi dari masyarakat yang sudah muak dengan peredaran narkoba.
Dalam orasinya, massa menuntut polisi untuk segera menutup seluruh tempat yang diduga menjadi lokasi peredaran narkoba dan meminta menangkap seseorang berinisial MA yang diduga pengedar sabu. Warga juga mengancam akan kembali melakukan aksi jika tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
Tanggapan dari Pihak Berwajib
Kapolres Rohil, AKBP Isa Imam Syahroni, menyatakan bahwa pihaknya memahami keresahan masyarakat terhadap peredaran narkoba, namun tindakan anarkis tidak dibenarkan. Ia menegaskan bahwa segala bentuk tindakan main hakim sendiri dan perusakan tidak dapat dibenarkan secara hukum. Penegakan hukum adalah kewenangan aparat.
Isa memastikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat dengan langkah-langkah hukum yang terukur dan profesional. Termasuk menyelidiki pihak-pihak yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba di wilayah Panipahan. Ia juga memberikan peringatan tegas terhadap warga yang melakukan tindakan anarkis.
Profil Irjen Herry Heryawan
Irjen Pol Dr Herry Heryawan adalah perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996. Saat ini ia menjabat sebagai Kapolda Riau sejak 12 Maret 2025. Pria kelahiran Ambon, 23 Februari 1972 ini dikenal sebagai jenderal bintang dua dengan rekam jejak panjang di bidang reserse, narkoba, hingga antiterorisme.
Karier Awal dan Penghargaan
Herry Heryawan mengawali karier kepolisiannya di Poltabes Semarang setelah lulus Akpol. Dari sana, kariernya terus berkembang melalui berbagai penugasan di bidang reserse. Namanya mulai dikenal luas saat menjabat Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada 2011. Di posisi itu, ia terlibat dalam pengungkapan sejumlah kasus besar, termasuk penangkapan Hercules dalam kasus premanisme.
Pengungkapan Kasus Besar
Kariernya semakin menonjol ketika menangani berbagai kasus besar di Polda Metro Jaya, di antaranya:
* Penangkapan John Kei dalam kasus pembunuhan Ayung di Jakarta Pusat
* Pengungkapan kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin di Kafe Olivier, Jakarta (2016)
Bidang Narkoba dan Reputasi Reserse
Herry Heryawan dikenal sebagai salah satu perwira dengan pengalaman kuat di bidang pemberantasan narkoba. Pada 2017, saat bertugas di wilayah Depok, ia terlibat dalam operasi pengungkapan penyelundupan 1 ton sabu dari jaringan internasional di Pantai Anyer. Operasi tersebut menjadi salah satu pengungkapan narkoba terbesar dalam sejarah Polri dan membuatnya mendapat apresiasi serta kenaikan pangkat luar biasa (KPLB).
Antiteror dan Operasi Khusus
Selain reserse dan narkoba, Herry juga memiliki pengalaman panjang di bidang antiterorisme. Beberapa penugasan penting yang pernah diembannya antara lain:
* Terlibat dalam penangkapan Noordin M Top (2009)
* Operasi penangkapan Abu Bakar Ba’asyir (2010)
* Satgas Bom Polri (2006)
* Satgas Nemangkawi Papua (2016)
Konsep Green Policing
Sebagai Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan mengusung konsep Green Policing, yakni pendekatan kepolisian yang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga kepedulian lingkungan dan budaya lokal. Dengan moto “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”, Polda Riau mendorong:
* Pelestarian lingkungan
* Penindakan pembakaran hutan dan PETI
* Edukasi publik tentang lingkungan
Dengan pengalaman panjang di bidang reserse, narkoba, antiterorisme, hingga kepemimpinan strategis, Irjen Pol Herry Heryawan dikenal sebagai salah satu jenderal Polri dengan rekam jejak lengkap dan berpengaruh di berbagai lini penegakan hukum Indonesia.

