Mikel Merino Pujikan Rekan Setim di Arsenal
Mikel Merino memberikan pujian kepada rekan setimnya di Arsenal karena gelandang asal Spanyol tersebut tampil dalam peran nomor sembilan saat berlaga di Liga Champions. Kemenangan 3-0 yang diraih oleh The Gunners melawan Slavia Praha menjadi bukti bahwa Merino mampu beradaptasi dengan peran barunya.
Arsenal tidak diperkuat Viktor Gyokeres untuk pertandingan Liga Champions melawan Slavia Praha, sementara Kai Havertz dan Gabriel Jesus sudah absen karena cedera lutut. Dengan absennya penyerang tersebut, Merino kembali tampil gemilang dan mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 Arsenal. Performa luar biasanya ini menunjukkan betapa pentingnya peran yang ia emban dalam skuad.
Arsenal akan menghadapi Sunderland pada Minggu (9/11) pukul 00.30 WIB sebelum jeda internasional, dan Merino siap memimpin lini depan The Gunners di Stadium of Light. Ia yakin peran adaptasinya dalam skuad akan lebih mudah berkat kualitas serangan rekan-rekannya di Arsenal.
“Penghargaan untuk rekan satu tim saya,” kata Merino kepada TNT Sports setelah kemenangan Liga Champions. “Jelas, ini adalah olahraga tim dan saya hanya mencoba mengisi peran nomor sembilan meskipun saya bukan nomor sembilan klasik, atau tidak dilahirkan sebagai nomor sembilan.”
Merino juga menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras, lari, dan pencarian ruang yang dilakukannya. Ia merasa senang bisa membantu tim mencetak gol, sambil tetap menjaga kualitas permainan yang dimiliki oleh rekan-rekannya.
“Dari segi taktik, saya tahu apa peran nomor sembilan. Menonton pertandingan, bahkan bertemu dengan Mikel Arteta, memperjelas peran setiap orang. Saya belajar banyak musim lalu dan saya rasa saya akan memanfaatkannya dengan baik musim ini.”
Pertemuan dengan Sunderland
Sunderland tertinggal tujuh poin di belakang The Gunners, dan bisa naik ke posisi kedua jika berhasil mengalahkan Arsenal karena Manchester City dan Liverpool akan saling berhadapan di pekan ke-11 Liga Inggris.
Regis Le Bris, pelatih Sunderland, mengkritik timnya saat imbang 1-1 melawan Everton. Ia mengatakan, “Ini poin yang bagus pada akhirnya. Kami tidak memulai dengan baik, dan mereka lebih baik dari kami selama 30-35 menit pertama.”
Le Bris menambahkan, “Kami akan menghadapi skenario yang berbeda musim ini. Terkadang kita tidak tahu alasannya, tetapi kita bisa mengubahnya. Kami masih terhubung dengan ide-ide kami, dan begitulah cara kami kembali ke permainan ini.”
Ia juga menyampaikan bahwa bersama para penggemar, ketika mereka bisa menciptakan aksi positif, mereka merasakan intensitas mereka. Meski belum cukup untuk gol kedua, ia berharap hal itu akan terjadi di lain waktu.
Performa Arsenal dalam Liga Inggris
Arsenal telah memenangkan lima pertandingan terakhirnya di Liga Inggris, terakhir kali menang lebih banyak secara berturut-turut antara April sampai Agustus 2024 (delapan kemenangan). Empat kemenangan terakhir mereka semuanya diraih tanpa kebobolan.
The Gunners terakhir kali menang lima kali berturut-turut dengan clean sheet masing-masing terjadi pada bulan September/Oktober 1987 di bawah asuhan George Graham. Mereka juga telah mencetak delapan gol liga dari tendangan sudut musim ini, jumlah terbanyak yang pernah dicetak oleh sebuah tim dalam 10 pertandingan pertama mereka dalam satu musim.
Sejak musim 2022/2023, The Gunners telah mencetak 51 gol dari tendangan sudut di liga, 14 lebih banyak daripada tim lain (Spurs, 37).
Catatan Penting tentang Sunderland
Akan tetapi, ketiga kekalahan Arsenal di Liga Inggris melawan Sunderland terjadi pada laga tandang, dan semuanya dengan skor 1-0 (Januari 1997, Agustus 2000, November 2009).
18 poin yang diraih Sunderland adalah jumlah poin terbanyak yang diraih tim promosi dalam 10 pertandingan dalam satu musim Liga Inggris sejak Hull City pada musim 2008/2009 (20). The Black Cats tak terkalahkan di Stadium of Light musim ini (P5 M3 S2), terakhir kali menikmati rekor lebih panjang tanpa kekalahan di kandang sendiri di Liga Inggris antara Agustus sampai Desember 2010 di bawah Steve Bruce (sembilan).

