Site icon Aksaraintimes.id

Penerbangan Tambahan Nataru Capai 58 Persen dari Total 1.098

Puncak Arus Libur Nataru Menjadi Ujian Khusus bagi Infrastruktur Transportasi Udara

Liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menjadi momen penting yang dihadapi oleh sistem transportasi udara nasional. Saat ini, jutaan penumpang akan bergerak melalui bandara-bandara di seluruh Indonesia. Untuk menghadapi lonjakan tersebut, Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bekerja sama dengan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memastikan seluruh fasilitas dan pelayanan bandara dalam kondisi terbaik.

Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, melakukan peninjauan langsung ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Selasa, 23 Desember 2025. Peninjauan ini fokus pada area keberangkatan dan kedatangan guna memastikan alur penumpang tetap lancar meskipun terjadi lonjakan lalu lintas.

Komitmen Pemerintah dalam Memberikan Pelayanan Tanpa Henti

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat selama masa liburan. Semua bandara di bawah naungan InJourney Airports disiagakan selama 24 jam penuh. “Kami memastikan pelayanan bandara optimal. Seluruh bandara siaga 24 jam untuk mengakomodir kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Aminuddin.

Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus berupa pengurangan biaya tiket penerbangan selama periode Nataru. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan sektor pariwisata. Dengan adanya stimulus ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah melakukan perjalanan, sekaligus membantu meningkatkan roda ekonomi di berbagai destinasi wisata unggulan Indonesia.

Fenomena Extra Flight yang Meningkat Signifikan

Tingginya minat masyarakat untuk bepergian di akhir tahun telah responsif oleh maskapai penerbangan. Maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air terlihat mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight) dalam jumlah besar. Hal ini dilakukan baik melalui penambahan frekuensi terbang maupun peningkatan kapasitas pesawat.

Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyampaikan data menarik terkait realisasi extra flight. Sejak dimulainya periode angkutan Nataru pada 15 Desember hingga 22 Desember 2025, realisasi extra flight di bandara-bandara InJourney Airports mencapai 58 persen dari total rencana yang diajukan.

“Secara akumulatif, telah terealisasi sebanyak 637 pergerakan dari total rencana 1.098 pergerakan extra flight. Kami mendukung penuh dengan menyediakan slot time, fasilitas, dan SDM yang dibutuhkan. Seluruh bandara siaga 24 jam menyesuaikan kebutuhan maskapai,” kata Pahlevi.

Lima Bandara Terbesar dengan Penerbangan Tambahan Terbanyak

Berdasarkan data operasional, lima bandara utama menjadi pusat utama dari extra flight. Kelima bandara tersebut adalah:

Dominasi kelima bandara ini menunjukkan bahwa pergerakan penumpang masih berpusat pada gerbang internasional, destinasi wisata dunia, serta titik transit strategis di wilayah Sumatera dan Sulawesi.

Jaminan Keamanan Hingga 5 Januari 2026

Masa angkutan Nataru di bandara-bandara InJourney Airports diprediksi akan tetap tinggi hingga 5 Januari 2026. Sinkronisasi antara ketersediaan slot time dari pengelola bandara dengan kesiapan armada maskapai menjadi kunci utama keberhasilan angkutan libur akhir tahun ini.

Dengan koordinasi intensif antara BP BUMN, InJourney Airports, dan maskapai penerbangan, masyarakat diimbau untuk tidak khawatir mengenai akses udara. Kehadiran negara melalui pelayanan 24 jam dan stimulus harga tiket menjadi bukti nyata bahwa kenyamanan serta keselamatan penumpang adalah prioritas tertinggi dalam merayakan momen pergantian tahun.

Exit mobile version