Aksi Perampokan Berjamaah di Toko Perhiasan San Ramon
Pada hari Senin (22/9/2025) siang waktu setempat, terjadi aksi perampokan yang sangat spektakuler dan berlangsung dalam waktu singkat. Sebanyak 23 pencuri bertopeng melakukan aksinya di toko perhiasan Heller Jewelers di San Ramon, California, Amerika Serikat. Mereka menggunakan pakaian hitam dan memasuki toko dengan cara yang sangat terorganisir.
Dalam rekaman kamera pengawas, para tersangka terlihat menggunakan alat seperti linggis dan beliung untuk memecahkan etalase kaca. Mereka mengambil semua perhiasan yang tersedia dan langsung melarikan diri. Meski pintu toko otomatis terkunci setelah mereka masuk, para pencuri berhasil menembaki sistem kunci tersebut dan keluar dari toko.
Aksi ini terjadi di pusat perbelanjaan sekitar 56 kilometer di timur San Francisco. Dugaan kuat menyebutkan bahwa pelaku adalah geng pencuri terorganisasi yang sebelumnya juga terlibat dalam kejahatan serupa. Menurut informasi dari Letnan Mike Pistello dari Kepolisian San Ramon, aksi perampokan ini terjadi hanya dalam waktu satu menit lebih.
Para tersangka tiba di lokasi menggunakan enam kendaraan dan memarkir mobil mereka sekitar 30 meter dari pintu masuk toko, di area parkir valet. Hal ini menunjukkan bahwa aksi tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari. Kepala Polisi San Ramon, Denton Carlson, menyatakan bahwa salah satu mobil sempat dikejar dalam kecepatan tinggi hingga lebih dari 160 kilometer per jam, tetapi pengejaran dihentikan karena para pelaku melaju melawan arah lalu lintas.
Meskipun demikian, unit drone milik kepolisian berhasil merekam seluruh aktivitas perampok tadi. “Ini menunjukkan semua kendaraan tersangka, serta semua tersangka yang keluar masuk mobil untuk pergi,” ungkap Pistello.
Hingga saat ini, polisi telah menangkap tujuh tersangka dalam dua penggerebekan berbeda di wilayah Oakland dan Dublin. Salah satu dari mereka masih berusia 17 tahun. Semua tersangka merupakan warga Oakland, dan berusia antara 17 hingga 31 tahun. Polisi menduga mereka terlibat dalam beberapa kejahatan serupa di kawasan Bay Area.
Polisi juga menemukan dua senjata api serta sejumlah perhiasan curian yang diyakini dibuang saat tersangka kabur. Beberapa kendaraan yang digunakan dalam perampokan pun dilaporkan sebagai kendaraan curian. “Ini bukan kali pertama mereka melakukan hal seperti ini,” kata Pistello. “Kami berusaha sebaik mungkin untuk menindaklanjuti setiap petunjuk yang ada.”
Toko perhiasan Heller Jewelers pernah menjadi sasaran pada Maret 2023. Ketika itu, tujuh orang bertopeng menyerbu toko dan mencuri jam tangan serta kalung senilai sekitar 1,1 juta dollar AS (kini Rp 18,2 miliar). Dalam kasus tersebut, polisi berhasil melacak para pelaku melalui alat pelacak tersembunyi yang dipasang dalam salah satu jam tangan Rolex. Sebanyak empat orang akhirnya dijatuhi hukuman penjara federal, menurut laporan Bay Area News.
Sejauh ini belum diketahui apakah kelompok perampok dalam dua perampokan tadi merupakan orang-orang yang sama. Pihak kepolisian belum memberikan tanggapan resmi terkait hal ini.

