Kehidupan Pribadi dan Hubungan dengan Pep Guardiola
Lionel Messi dan Pep Guardiola adalah dua tokoh yang sering dianggap sebagai ikon dalam sejarah sepak bola. Mereka bekerja sama selama periode yang sangat sukses, yaitu antara tahun 2008 hingga 2012, ketika Barcelona menciptakan tim yang hampir tak terkalahkan. Selain itu, mereka juga memperkenalkan gaya bermain yang membuat sepak bola terasa seperti seni.
Namun, di balik kesuksesan besar tersebut, ada satu topik khusus yang sering menjadi perdebatan kecil antara Messi dan Guardiola. Dalam sebuah wawancara dengan ESPN, Messi mengungkap bahwa yang paling sering mereka perdebatkan bukanlah soal taktik rumit atau posisi ideal di lapangan, melainkan jadwal liburan.
Perbedaan Pendapat tentang Liburan
Messi mengakui bahwa ia kerap berselisih paham dengan Guardiola karena keinginannya untuk pulang ke Argentina merayakan Natal dan Tahun Baru di kampung halamannya, Rosario. Ia menjelaskan bahwa perdebatan ini sering muncul karena tanggal liburan tidak sesuai dengan yang ia inginkan.
“Saya berdebat dengan Pep karena berkali-kali tanggal liburan tidak sesuai dengan yang saya inginkan,” ujar Messi. Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa situasi tersebut tidak pernah merusak hubungan baik mereka. Guardiola disebutnya selalu memahami dan memberikan izin.
“Dia selalu mengerti saya, dia membiarkan saya pergi dan memberi saya izin,” lanjut Messi. Menurutnya, momen pulang kampung itu justru menjadi penyemangat tersendiri.
“Bagi saya, itu merupakan sebuah dorongan karena saya kembali dengan lebih banyak antusiasme karena saya sudah memiliki apa yang saya sukai: kembali ke Rosario, bersama teman-teman dan keluarga saya,” tambah Messi.
Penghargaan pada Pep Guardiola
Di luar cerita soal negosiasi libur akhir tahun, Messi tetap menaruh rasa hormat besar pada Pep Guardiola. Ia memuji Guardiola sebagai pelatih yang membuatnya berkembang pesat. Termasuk keputusan penting yang mengubah karir Messi, yaitu membuatnya bermain sebagai false 9.
Keputusan tersebut kemudian melahirkan salah satu peran paling ikonik dalam sejarah sepak bola modern. Sebagai false 9, Messi diberi kebebasan untuk bergerak di lini depan tanpa batasan posisi yang ketat. Hal ini memungkinkannya untuk menunjukkan bakat alaminya sebagai pemain yang sangat kreatif dan efektif di lini depan.
Kesimpulan
Hubungan antara Messi dan Guardiola tidak hanya dibentuk oleh kesuksesan di lapangan, tetapi juga oleh pengertian dan saling mendukung dalam kehidupan pribadi. Meski memiliki perbedaan pendapat, keduanya tetap menjaga hubungan yang baik. Ini membuktikan bahwa keberhasilan dalam olahraga tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh komunikasi dan saling pengertian antara pemain dan pelatih.

