Site icon Aksaraintimes.id

Menjelang Nataru, Kemenhub Cari Solusi Atasi Kemacetan Pelabuhan Ketapang

Peningkatan Pengelolaan Antrean Kendaraan di Pelabuhan Ketapang

Pelabuhan Penyeberangan Ketapang menjadi salah satu titik penting dalam transportasi laut antara Jawa dan Bali. Khususnya, lintas Ketapang-Gilimanuk sering mengalami peningkatan arus kendaraan dan penumpang, terutama saat momen libur nasional seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru). Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan kini tengah menyusun skema penanganan antrean kendaraan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.

Direktur Sarana, Prasarana dan Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan, Sigit Widodo menjelaskan bahwa pelabuhan ini memiliki empat dermaga, termasuk satu dermaga Ponton dan tiga dermaga Landing Craft Machine. Meskipun fasilitas tersebut tersedia, masih ditemukan tantangan dalam pengelolaan antrean kendaraan yang cukup panjang. Hal ini berdampak pada waktu tunggu yang lebih lama, karena permintaan tidak sebanding dengan kapasitas angkut dan infrastruktur yang ada.

Beberapa faktor yang menyebabkan antrean meliputi:

Untuk menghadapi tantangan ini, pihak terkait akan menerapkan strategi mitigasi, antara lain:

Selain itu, jika terjadi kondisi tertentu yang tidak terduga, manajemen dan rekayasa lalu lintas dapat dilakukan dengan berkoordinasi dengan stakeholders terkait. Ini mencakup kantor otoritas pelabuhan, polisi lalu lintas, dan instansi terkait lainnya.

Kerja Sama Antar Instansi

Pengaturan pergerakan kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang akan dilaksanakan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Jawa Timur. Proses ini juga melibatkan kerja sama dengan beberapa instansi, seperti:

Dengan adanya skema pengelolaan antrean ini, diharapkan pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Ketapang dapat lebih efisien dan nyaman bagi pengguna jasa, terutama saat musim liburan.

Exit mobile version