Site icon Aksaraintimes.id

Laba GDST Tertekan Akibat Harga Baja Turun

Kinerja Perusahaan Baja Mengalami Penurunan di Kuartal III/2025

PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST), sebuah perusahaan produsen rolling mill plat baja, mencatatkan penurunan kinerja hingga kuartal III/2025. Hal ini disebabkan oleh melemahnya harga baja global yang memengaruhi pendapatan dan laba perusahaan.

Meski demikian, GDST memiliki strategi untuk meningkatkan kinerja pada tahun 2026 mendatang. Salah satu fokus utama adalah peningkatan volume ekspor serta optimalisasi pabrik Plate Mill 2. Direktur GDST, Hadi Sutjipto, menjelaskan bahwa perseroan membukukan laba dan penghasilan komprehensif sebesar Rp64,84 miliar hingga 30 September 2025, yang merupakan angka yang turun 4,93% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu senilai Rp68,20 miliar.

Penjualan bersih juga mengalami penurunan sebesar 13,42% yoy menjadi Rp1,79 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun per September 2024. Menurut Hadi, penurunan ini dipicu oleh koreksi harga baja internasional. Ia menjelaskan bahwa meskipun produksi meningkat, penurunan harga global sangat dominan karena Indonesia bukan price leader, melainkan price follower dari pasar baja internasional, terutama terhadap China.

Peningkatan Ekspor sebagai Strategi Utama

Meski angka penjualan domestik tercatat turun menjadi Rp1,68 triliun, Hadi menjelaskan bahwa penjualan ekspor justru meningkat signifikan. Hingga September 2025, nilai transaksi ekspor tercatat mencapai Rp110,89 miliar, naik hampir 3,4 kali lipat dibandingkan Rp32,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi ekspor terhadap total penjualan naik dari 1,57% pada kuartal III/2024 menjadi 6,20% pada kuartal III/2025.

Hadi juga menambahkan bahwa GDST berhasil membukukan ekspor pada Agustus dan Oktober 2025, masing-masing sebesar 8.000 ton ke Filipina dan 11.000 ton ke Korea Selatan. Realisasi ekspor sebanyak 13.000 ton pada 30 Oktober lalu belum tercatat dalam laporan per September 2025, sehingga angka kinerja berpotensi meningkat pada laporan tahunan.

“Jika ekspor Oktober masuk ke laporan akhir tahun, kinerja kemungkinan akan naik signifikan. Kami cukup optimistis target penjualan tahun ini dapat dikejar,” ujarnya dengan tegas.

Target Penjualan dan Laba di Akhir 2025

Dari sisi target yang dipatok pada 2025, Hadi menjelaskan bahwa perseroan menargetkan penjualan pada akhir 2025 mencapai Rp2,4 triliun, dengan proyeksi laba bersih sekitar 4% dari penjualan atau setara Rp96 miliar. Margin diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2024, yang mencapai 9% akibat penurunan harga jual dan penguatan dolar AS.

Fokus pada Pasar Ekspor dan Pengembangan Produksi

Untuk 2026, GDST akan berfokus pada penguatan pasar ekspor dan peningkatan pemanfaatan Plate Mill 2. Fokus utamanya adalah produksi baja lembaran berukuran lebar di atas 2,5 meter, yang banyak digunakan untuk pembuatan kapal dan tangki bertekanan. Dengan strategi ini, GDST berharap bisa meningkatkan kinerja secara signifikan dan memperkuat posisinya di pasar internasional.

Exit mobile version