Site icon Aksaraintimes.id

Kritik Pedas: Mengapa ‘Wicked For Good’ Gagal Jadi Sekuel Hebat? Ini 3 Alasan Utama!

Film Wicked For Good Dicap Gagal, Disebut Terjebak Bayang-Bayang ‘The Wizard of Oz’

Film adaptasi dari musikal Broadway yang sangat dinantikan, Wicked For Good, paruh kedua dari kisah epik Wicked, menerima pukulan telak berupa ulasan mengecewakan dari para kritikus film, bahkan dicap sebagai kegagalan besar.

Film ini dianggap gagal total, baik sebagai sekuel yang berdiri sendiri maupun sebagai penutup yang ambisius. Kritikus menilai bahwa sekuel ini terhambat parah oleh keharusan untuk tetap terikat pada narasi klasik The Wizard of Oz.

Kegagalan Premis: Terikat Bayangan ‘The Wizard of Oz’

Film pertama berakhir dengan Elphaba (Cynthia Erivo) yang melawan Penyihir Oz yang Fasis, sementara Glinda (Ariana Grande) berada di persimpangan moral. Wicked For Good melompat maju, menggambarkan Glinda sebagai kepala propagandis sang Penyihir. Sementara itu, Fiyero (Jonathan Bailey) yang seharusnya bertunangan dengan Glinda, diam-diam malah memburu Elphaba.

Alih-alih menyajikan klimaks yang memuaskan antara Elphaba dan Glinda, Wicked For Good justru menyia-nyiakan durasi layar yang berharga. Ini digunakan untuk menyiapkan kedatangan Dorothy dan menjelaskan asal-usul Scarecrow, Cowardly Lion, serta Tin Man.

“Ini adalah latar epik untuk akhir yang epik. Sayangnya, kita tidak diizinkan untuk memilikinya. ‘Wicked For Good’ terhambat oleh premisnya sendiri, khususnya karena terjadi sebelum dan bersamaan dengan ‘The Wizard of Oz’,” tulis salah satu ulasan.

Drama Persahabatan Elphaba-Glinda Terabaikan

Keterikatan yang dipaksakan ini tidak hanya mengganggu alur cerita utama. Ia juga menyebabkan plot inti, yaitu kisah persahabatan yang kompleks dan konflik Elphaba-Glinda, gagal mencapai kesimpulan yang memuaskan.

Meskipun performa vokal dari Cynthia Erivo dan Ariana Grande tetap luar biasa—bahkan dinilai pantas mendapat nominasi Oscar untuk paruh pertama. Lagu-lagu dalam Wicked For Good dinilai kehilangan keunikan, drama, dan daya tarik yang sama. Bahkan lagu cinta antara Elphaba dan Fiyero disebut terasa hambar dan “hanya teman.”

Logika Cerita Jebol demi Koneksi Oz

Parahnya, upaya film untuk menyambungkan narasi ke The Wizard of Oz secara paksa mengakibatkan beberapa logika plot utama jebol. Contohnya: mengapa Singa Pengecut (The Cowardly Lion) meminta keberanian kepada Penyihir, padahal Penyihir Oz terkenal membenci dan mengurung hewan yang bisa berbicara, termasuk Singa Pengecut itu sendiri?

Contoh lain, mengapa Penyihir meminta Dorothy membawakan sapu terbang Elphaba? Padahal film Wicked sebelumnya telah menjelaskan bahwa kekuatan terbesar Elphaba sesungguhnya bersemayam pada buku mantranya.

Kesimpulan: Harapan yang Tidak Terpenuhi

Dengan semua masalah yang muncul, Wicked For Good gagal memenuhi harapan yang diberikan oleh film pertama. Para kritikus menyatakan bahwa film ini terjebak dalam bayang-bayang The Wizard of Oz, sehingga tidak dapat memberikan kisah yang lengkap dan memuaskan bagi penonton.

Film ini juga dianggap tidak mampu menjaga konsistensi naratif dan karakter, yang menjadi salah satu faktor utama kegagalannya. Meskipun ada beberapa elemen yang menarik, seperti suara yang luar biasa dan penampilan aktor yang baik, hal tersebut tidak cukup untuk mengubah pandangan negatif terhadap film ini.

Exit mobile version