Kondisi Liverpool yang Menurun
Musim lalu, Liverpool menunjukkan performa yang sangat mengesankan. Mereka berhasil memenangkan Liga Primer dengan selisih 10 poin dari Arsenal, mencapai final Piala EFL, dan menjadi tim dengan poin terbanyak di Fase Liga Champions. Ini membuat Arne Slot mendapatkan pujian karena mampu membawa The Reds tampil stabil dan meyakinkan di musim debutnya.
Para pemain Liverpool merespons pendekatan baru dari pelatih tersebut, dan atmosfer klub terasa segar. Namun, situasi berubah drastis ketika memasuki musim 2025–26. Liverpool kini tampak inkonsisten, dengan enam kekalahan dalam liga—dua lebih banyak dari total musim lalu—dan tersingkir prematur dari Piala Liga.
Performa di Liga Champions juga menurun, dengan dua kekalahan hanya dalam lima pertandingan. Di tengah situasi ini, muncul satu masalah besar lainnya: kemungkinan kepergian Mohamed Salah.
Perubahan Situasi Salah
Dalam beberapa pekan terakhir, situasi Mohamed Salah berubah drastis. Ia mulai sering diparkir dan duduk di bangku cadangan saat melawan West Ham United dan Leeds United. Bahkan, ia tidak dimainkan sama sekali dalam dua dari tiga pertandingan terakhir.
Setelah hasil imbang kontra Leeds, Salah akhirnya memecah keheningan. Menurut laporan MARCA, ia mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di balik keputusan-keputusan Arne Slot. Salah mengaku merasa “dijebak,” dan mengindikasikan bahwa ada pihak yang ingin menjadikannya kambing hitam.
“Seseorang ingin saya disalahkan sepenuhnya. Klub menjanjikan banyak hal kepada saya di musim panas. Sekarang saya hanya jadi pemain cadangan, jadi bisa dibilang mereka tidak menepati janji itu,” ujarnya.
Hubungan dengan Pelatih yang Berubah
Salah juga menyebut bahwa hubungannya dengan pelatih kini berubah total. Dulu, ia memiliki hubungan baik dengan Slot, tetapi sekarang mereka tidak punya hubungan apa pun. Ia bahkan tidak tahu alasan perubahan tersebut.
“Sekarang kami tidak punya hubungan apa pun, dan saya tidak tahu kenapa. Sepertinya ada yang tidak menginginkan saya di klub,” beber Salah.
Meski menegaskan bahwa ia “tidak lebih besar dari klub,” Salah merasa bahwa ia telah “mendapatkan” hak untuk tetap menjadi pemain inti. Pandangan ini sulit dibantah mengingat kontribusinya yang sangat besar pada gelar liga musim lalu.
Kemungkinan Pergi dari Liverpool
Dari semua tanda yang ada, pintu keluar tampaknya semakin dekat untuk Salah. Bursa Januari bisa menjadi momen perpisahan setelah hubungan sang bintang dengan Slot tampak tidak dapat diperbaiki lagi.
Fans Liverpool hanya bisa menunggu bagaimana drama ini akan berakhir untuk salah satu legenda terbesar klub dalam satu dekade terakhir.

