Site icon Aksaraintimes.id

Kesalahan K3 Terungkap: Penyelidikan Kecelakaan di Tol Lingkar Pekanbaru



Pekanbaru, November 2025 – Kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek pembangunan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru menimbulkan reaksi cepat dari berbagai pihak, termasuk pengelola proyek dan instansi pemerintah. Kejadian ini tidak hanya mengundang perhatian masyarakat, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat kesadaran akan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam proyek infrastruktur nasional. Proyek jalan tol ini merupakan salah satu proyek strategis yang bertujuan mengatasi kemacetan, mempercepat mobilitas logistik, dan menunjang perkembangan kawasan penyangga Kota Pekanbaru.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau saat ini sedang melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kerja di Jalan Tol Lingkar Pekanbaru, STA 192 yang menyebabkan korban jiwa. Kabid Pengawasan Disnakertrans Riau, Bayu Surya, menjelaskan bahwa pihaknya telah menurunkan tim pengawas ke lokasi kejadian untuk mengecek apakah ada pelanggaran terhadap standar operasional (SOP) atau pelaksanaan K3 yang tidak sesuai dengan UU Ketenagakerjaan. Tim tersebut akan memberikan nota jika ditemukan adanya pelanggaran.

Philadelphia H.H.P, Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur, memberikan informasi awal tentang kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa insiden terjadi saat tim pekerja mitra vendor sedang melakukan pemancangan pileslab menggunakan crane. Insiden ini menimbulkan luka-luka pada sejumlah pekerja, sementara satu orang mengalami cedera parah dan meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit.

Polisi juga menjelaskan kronologi kecelakaan kerja yang menewaskan satu orang di PHR. Insiden bermula ketika pekerja sedang melakukan pengangkatan balok girder pracetak menggunakan crane. Tali sling yang menopang beban tiba-tiba putus, sehingga material jatuh dan menimpa area kerja. Beberapa pekerja terluka, sementara satu orang mengalami cedera serius. Informasi dari saksi menyebutkan bahwa kondisi sling telah terlihat aus sebelum kejadian, tetapi tidak diganti atau diperiksa secara menyeluruh.

Perusahaan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan pendampingan serta layanan sesuai ketentuan yang berlaku. Pihak kepolisian saat ini sedang menyelidiki kasus tewasnya seorang pekerja dalam kecelakaan kerja di Duri Field, PT PHR, Bengkalis. Korban diketahui bernama Anggiat (43), seorang pekerja dari PT Arthindo Utama, mitra PT PHR.

Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, menjelaskan bahwa korban bertugas sebagai Derrickman dalam kegiatan well service atau perawatan sumur minyak. Pada pagi hari, korban bersama tim melakukan tahap awal pekerjaan berupa DOC pada salah satu sumur di Duri Field. Setelah tahap tersebut selesai, sumur ditutup menggunakan Annular Blow Out Preventer (BOP) sebagai standar keselamatan. Selanjutnya, kru siap melakukan tahapan R/D Power Swivel.

Asisten Driller ditugaskan untuk mengangkat drill pipe (pipa bor) yang masih berada di dalam sumur. Namun, karena sumur masih tertutup dengan keberadaan Annular BOP, tower rig AU #17 tidak sanggup mengangkat drill pipe tersebut. Kondisi ini menyebabkan menara rig mengalami tarikan kuat dari bawah. Dalam hitungan detik, tower rig tertarik dan tiba-tiba roboh. Saat kejadian, korban sedang berada pada posisi monkey board, yakni bagian atas menara rig untuk mengatur pergerakan pipa bor. Ia terbawa jatuh bersamaan dengan tumbangnya menara, dan menimpa counterweight mobile crane yang berada di bawah.

Benturan keras membuat helm keselamatan yang dikenakan korban pecah, dan korban mengalami luka fatal. Kru lapangan dan tim medis PHR yang berada di lokasi bergerak cepat untuk mengamankan sumur dan mengevakuasi korban ke Rumah Sakit PHR. Namun, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Polisi telah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan pihak perusahaan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara pasti.

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, membenarkan insiden yang menelan korban jiwa tersebut. PHR menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. Sebagai langkah keselamatan, seluruh kegiatan rig di lokasi kejadian dihentikan sementara. “PHR senantiasa menjadikan keselamatan kerja sebagai prioritas utama dalam setiap operasi di wilayah Kerja Rokan,” tegas Eviyanti.

Pentingnya K3 dalam Proyek Infrastruktur

Kecelakaan di Tol Lingkar Pekanbaru menjadi pengingat bahwa K3 bukan sekadar syarat administrasi, tetapi merupakan budaya yang harus diterapkan secara konsisten di lapangan. Beberapa poin penting yang ditekankan:

Exit mobile version