Kebakaran Besar di Hong Kong Menewaskan 44 Orang
Kebakaran besar yang terjadi di kawasan Tai Po, Hongkong, pada Rabu (26/11) menewaskan sedikitnya 44 orang dan ratusan lainnya masih dalam pencarian. Insiden ini disebut sebagai salah satu kejadian paling mematikan dalam hampir dua dekade terakhir di kota tersebut. Api mulai berkobar di kompleks perumahan Wang Fuk Court pada pukul 14.51 waktu setempat, dan sekitar empat jam kemudian, Departemen Pemadam Kebakaran mengklasifikasikannya sebagai kebakaran level lima, tingkat tertinggi dalam skala darurat Hongkong.
Penyebab dan Perambatan Api yang Mencurigakan
Menurut laporan kepolisian, sebanyak 279 warga masih hilang, sementara banyak penghuni terjebak di unit masing-masing saat api dengan cepat menjalar ke seluruh bangunan. Foto dan video yang beredar menunjukkan kobaran api yang membumbung tinggi, dengan asap abu-abu pekat membalut sebagian besar langit kota.
Hingga Rabu malam, api belum dapat dipadamkan sepenuhnya, dan otoritas masih kesulitan memastikan kapan situasi bisa dikendalikan. Meski penyebab pasti masih dalam penyelidikan, dugaan sementara menyebut bahwa api menyebar cepat melalui scaffolding bambu yang menutupi hampir seluruh permukaan menara. Bangunan tersebut tengah menjalani renovasi besar.
Menteri Keamanan Hongkong, Chris Tang, menyebut pola perambatan api “mencurigakan”, termasuk dugaan penggunaan polystyrene untuk menutup jendela selama pekerjaan renovasi. Hal ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan awal.
Korban dan Upaya Penyelamatan
Beberapa media setempat melaporkan, sedikitnya 45 korban luka dirawat dalam kondisi serius di berbagai rumah sakit. Salah satu korban tewas adalah petugas pemadam kebakaran, Ho Wai-ho (37), yang ditemukan tak sadarkan diri sekitar 30 menit setelah komunikasi dengannya terputus.
“Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Pemerintah akan memberikan dukungan penuh,” ujar seorang pejabat pemerintah yang turun langsung memantau evakuasi.
Upaya penyelamatan terkendala oleh suhu ekstrem di dalam gedung dan jatuhan puing-puing berbahaya. “Suhu di dalam bangunan sangat tinggi dan membuat kami sulit masuk ke lantai atas,” kata Deputi Direktur Layanan Pemadam Kebakaran, Derek Armstrong Chan.
Pengungsian dan Tindakan Darurat
Polisi mengevakuasi penghuni dari blok-blok sekitar dan membuka beberapa shelter sementara. Namun, salah satu tempat penampungan yang berlokasi dekat kompleks apartemen akhirnya dinyatakan tidak aman karena api terus membesar, sehingga warga dialihkan ke lokasi lain.
Hingga larut malam, penduduk masih berdatangan melaporkan anggota keluarga yang belum ditemukan. “Kami belum bisa memastikan jumlah pasti warga yang hilang,” kata seorang petugas kepada AFP dikutip via BBC.
Di sekitar lokasi, jalan-jalan ditutup dan lebih dari 30 rute bus dialihkan, menurut Departemen Transportasi Hong Kong.
Fakta Mengenai Kompleks Wang Fuk Court
Kompleks Wang Fuk Court yang dibangun pada 1983 memiliki delapan menara dengan hampir 2.000 unit yang dihuni sekitar 4.600 orang. Tujuh di antaranya terdampak kebakaran. Laporan juga menyebutkan terdengar ledakan dari dalam bangunan, sementara selang pemadam kesulitan menjangkau lantai-lantai paling atas.
Kebakaran ini menjadi peringatan penting tentang risiko keamanan dalam proses renovasi bangunan serta pentingnya tindakan darurat yang cepat dan efektif.

