Site icon Aksaraintimes.id

Kasus ISPA Melonjak di Pangkalpinang, Capai 26 Ribu hingga Oktober 2025

Lonjakan Kasus ISPA di Kota Pangkalpinang

Peningkatan signifikan dalam jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di Kota Pangkalpinang sepanjang tahun 2025. Hingga Oktober 2025, total kasus mencapai 26.243, yang jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yaitu 20.906 kasus. Hal ini menunjukkan adanya tren peningkatan yang perlu mendapat perhatian serius dari berbagai pihak.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, dr. Thamrin, menjelaskan bahwa peningkatan kasus ISPA terjadi terutama pada kelompok usia produktif, yaitu usia 19-59 tahun, dengan jumlah kasus sebanyak 15.362. Diikuti oleh kelompok lansia dan anak-anak. Menurutnya, faktor-faktor seperti aktivitas di luar rumah, paparan polusi, serta perubahan cuaca ekstrem menjadi penyebab utama meningkatnya angka kasus ISPA.

“Kondisi lingkungan yang berdebu dan mobilitas masyarakat yang tinggi memperburuk kualitas udara, sehingga berdampak langsung pada kesehatan pernapasan warga,” ujar dr. Thamrin kepada Aksaraintimes.id, Rabu (19/11/2025). Ia menambahkan bahwa pergantian musim yang cepat, debu jalanan, dan kelembapan udara tinggi dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat masyarakat lebih rentan terserang ISPA.

Upaya Penanganan dari Dinas Kesehatan

Untuk menghadapi lonjakan kasus ISPA, Dinas Kesehatan terus mengintensifkan Gerakan Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat (GERMAS) melalui berbagai kegiatan seperti senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, serta edukasi mengenai pola hidup sehat. Langkah-langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran penyakit.

Selain itu, Dinkes juga memperkuat fungsi posyandu agar deteksi dini pada anak-anak dapat berjalan lebih optimal. Ini sangat penting untuk mencegah komplikasi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, pemerintah menyediakan vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) untuk bayi usia 2, 3, dan 12 bulan. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah pneumonia, salah satu bentuk ISPA yang dapat berkembang menjadi kondisi berat.

Persiapan Fasilitas Kesehatan

Menghadapi potensi lonjakan pasien di musim pancaroba, dr. Thamrin memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Kota Pangkalpinang dalam kondisi siap. “Kami memiliki tenaga medis yang mumpuni, ketersediaan obat-obatan dan alat pelindung diri seperti masker yang cukup, serta rumah sakit rujukan untuk menangani kasus pneumonia berat,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menjaga kesehatan, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala ISPA.

“Kami berharap kesadaran masyarakat meningkat dalam menjaga daya tahan tubuh dan menghindari paparan polusi. Dengan kolaborasi semua pihak, angka kasus ISPA dapat kita tekan bersama,” tuturnya.


Exit mobile version