Kalender Liturgi Katolik untuk Hari Biasa Pekan XXXI Tahun C
Pada hari Kamis, 6 November 2025, umat Katolik akan merayakan hari biasa pekan XXXI tahun C. Dalam kalender liturgi, warna yang digunakan adalah hijau, yang menggambarkan harapan dan kehidupan baru dalam iman.
Bacaan-bacaan yang dibacakan pada hari ini mencakup beberapa kitab suci, seperti Kitab Roma, Mazmur, Injil Lukas, dan Bacaan Khotbah Orang (BCO) dari Kitab Yeremia. Setiap bacaan memiliki makna mendalam yang dapat menjadi renungan bagi para umat.
Bacaan Pertama: Kitab Roma 14:7-12
Kitab Roma 14:7-12 mengingatkan kita bahwa hidup dan mati seseorang tidak hanya tergantung pada dirinya sendiri, tetapi juga pada Tuhan. Ayat-ayat ini menegaskan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri dan harus siap menghadap pengadilan Allah. Tidak ada seorang pun yang boleh menghakimi saudaranya, karena semua orang akan memberikan pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 27:1,4,13-14
Mazmur 27 menyampaikan pesan tentang kepercayaan kepada Tuhan. Ayat 1 menyatakan bahwa Tuhan adalah terang dan keselamatan, sehingga tidak perlu takut. Ayat 4 menyebutkan bahwa satu hal yang diminta adalah tinggal di rumah Tuhan seumur hidup. Ayat 13 dan 14 menegaskan bahwa percaya kepada Tuhan akan membawa kebaikan-Nya di tengah kehidupan. Mazmur ini mengajak kita untuk menantikan Tuhan dengan penuh keyakinan.
Injil Katolik: Lukas 15:1-10
Dalam Injil Lukas 15:1-10, Yesus menceritakan dua perumpamaan yaitu domba yang hilang dan dirham yang hilang. Perumpamaan ini menunjukkan betapa besar sukacita di surga ketika seorang berdosa bertobat. Domba yang hilang dicari oleh pemiliknya hingga ditemukan, dan begitu juga dengan dirham yang hilang. Ketika ditemukan, orang-orang bersukacita bersama. Ini mengingatkan kita bahwa Tuhan selalu mencari orang-orang yang jauh dari-Nya dan berharap mereka kembali.
Bacaan Khotbah Orang (BCO): Kitab Yeremia 31:15-34
Kitab Yeremia 31:15-34 mengandung pesan tentang kasih dan perjanjian Allah. Ayat 15 menyebutkan ratapan Rahel yang menangisi anak-anaknya, tetapi ayat 16 menegaskan bahwa ada harapan untuk masa depan. Ayat 27-34 menjelaskan tentang perjanjian baru yang akan dibuat oleh Allah dengan umat-Nya. Allah akan menaruh Taurat-Nya dalam hati manusia dan mengampuni dosa-dosa mereka. Perjanjian ini menunjukkan bahwa Allah selalu mengasihi dan mengampuni umat-Nya.
Pesan Utama dari Bacaan-Bacaan
Dari bacaan-bacaan tersebut, kita dapat belajar bahwa hidup dan mati kita adalah milik Tuhan. Kita tidak boleh menghakimi orang lain, karena semua orang akan menghadap pengadilan Allah. Sukacita dan pengampunan adalah bagian dari cinta Allah kepada manusia. Selain itu, perjanjian baru yang dibuat oleh Allah menunjukkan bahwa Dia ingin hidup bersama umat-Nya dengan penuh kasih dan keadilan.
Setiap bacaan memberikan pelajaran penting dalam kehidupan spiritual kita. Mari kita terus memperkuat iman kita dan menjalani hidup dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan.

